DWI AGUS/RADAR JOGJA
KOMEDI: Para pemain Talak 3, Vino, Bella, dan Reza. Talak 3 adalah sebuah film karya sutradara asal Jogja Ismael Basbeth.

PERNIKAHAN merupakan fase kehidupan manusia yang sakral. Menautkan dua kepribadian manusia dalam sebuah komitmen. Sayangnya, dinamika pernikahan kerap berakhir tragis dengan perpisahan.Awal dari sebuah perpisahan ini terkadang lahir dari dua kata sederhana, Talak 3. Meski dua rangkaian kata ini terangkai dengan pendek, namun efeknya sangat panjang. Inipula yang terangkum dalam film drama komedi bertajuk Talak 3.Film garapan Ismael Basbeth dengan produser Hanung Bramantyo ini bercerita banyak. Bukan dengan cara menggurui namun dengan jalan komedi. Menceritakan lika-liku percintaan antara Vino G. Bastian, Laudya Cynthia Bella, dan Reza Rahardian. “Film ini mengajarkan kita banyak hal penting dalam menjalani pernikahan. Masih banyak cara lain yang ditempuh untuk menyelesaikan masalah dalam pernikahan,” kata Laudya Cynthia Bella saat jumpa media di Java Coffee Town, Jogja City Mall, Sabtu (30/1).Kata Talak 3 tidak hanya sekadar kata. Konsekuensi dari ucapan ini adalah berakhirnya sebuah hubungan pernikahan. Dia berharap agar seluruh pasangan benar-benar me-mahami kata ini.Hadir dalam kemasan komedi justru menjadi angin segar sebagai penyampai pesan. Sehingga ketika menyaksikan film, penonton tidak merasa terbebani. Namun dapat menangkap pesan melalui percakapan dalam film tersebut.Reza Rahardian mengaku senang bergabung dalam tim produksi ini. Selain jalan cerita, proses produksi berjalan dengan baik. Apalagi film ini dikerjakan di Jogjakarta dan melibatkan beberapa seniman Jogjakarta. “Proses produksinya menyenangkan apalagi bertemu dengan seniman-seniman Jogjakarta seperti pak Marwoto, Pak Hasmi dan beberapa seniman lainnya,” kata pemeran Bimo ini. (dwi/ila/ong)