BAHANA/RADAR JOGJA
AKTIVITAS: Rais Syuriah PWNU DIJ KH Azhari Abta berfoto bersama dengan jamaah Salat Jumat di Masjid UIN Sunan Kalijaga, Jumat (28/1) lalu.

PADA 31 Januari ini, NU genap berusia 90 tahun. Dalam usia tersebut, NU tidak pernah mengubah halauannya dalam ikut serta membangun NKRI. Sebagai organi-sasi masyarakat, NU terus mengedepankan unsur dakwah yang mengedepankan amar ma’ruf.Rais Syuriah PWNU DIJ KH Azhari Abta mengatakan, dakwah merupakan unsur yang sangat penting bagi NU. Kriteria dakwah NU adalah lebih banyak amar ma’ruf dari-pada nahi munkar. “Bila golongan ekstrem lebih banyak nahi munkar-nya ketimbang amar ma’aruf,” kata Kiai Azhari.Menurutnya, dengan dakwah mengede-pankan amar ma’ruf, diharapkan kemunkaran akan hilang dengan sendirinya. Inilah yang ditunjukkan oleh Rasul, di mana dakwah dilakukan dengan tidak memaksa. Apalagi dilakukan dengan cara-cara kekerasan. “Cara dakwah kami berbeda dengan yang lainnya. Kalau nahi munkar didahulukan, pasti orang-orang akan melawan. Keras tidak bisa dilawan dengan sikap yang keras juga,” jelasnya.Maka dari itu, sambungnya, dia paling anti untuk menyalahkan orang. Apalagi meng-hakimi seseorang kafir karena adanya per-bedaan. “Kami ingin hidup bermasyarakat dengan kedamaian. Setiap kesalahan atau perbuatan yang buruk kami dekati dengan pendekatan dialog,” jelasnya. (bhn/ila/ong)