MUNGKID – Masyarakat di Ka-bupaten Magelang belum me-nerima jatah raskin (beras miskin) tahun ini. Hal itu karena Bulog belum mulai mendistribusikan raskin bagi rumah tangga sasaran (RTS) di 367 desa dan lima kelu-rahan se-Kabupaten Magelang. Se banyak 90.150 RTS terpaksa harus me nunggu jatah raskin itu dibagikan.Kabag Perekonomian Pemkab Magelang Siti Zumaroh menga-takan, belum didistribusikan raskin karena pemkab tengah validasi data. Validasi data RTS dijadwal-kan selesai Rabu (10/2). Hasil validasi nantinya dijadikan dasar pener bitan surat permintaan alo-kasi (SPA) yang akan dikirim ke Sub Bulog atas rekomendasi bu-pati.Kasubag Pengembangan Investasi dan Sarana Perekonomian Pemkab Magelang Heri Purwanto me-ngatakan, validasi untuk me-mastikan jika ada warga yang me-ninggal dunia, atau pindah dari alamat sebelumnya. “Validasi data dimungkinkan karena RTS penerima manfaat raskin se belumnya telah mening-gal atau pindah tempat tinggal ke luar daerah,” katanya.Sementara Plt Sekda Agung Trijaya mengatakan pentingnya koor dinasi dan komunikasi antara tim kabu-paten, kecamatan dan Satgas Desa. Koordinasi ini perlu terus ditingkatkan. Unit pengaduan raskin di Bapermaspuan juga agar di-manfaatkan secara optimal demi membantu kelancaran pelak sanaan program raskin. Yang perlu diper-hatikan adalah ketepatan waktu atau realisasi penyaluran serta pembayaran harga tebus. “Sesuai tujuannya, program bantuan raskin untuk mengurangi beban pengeluaran RTS. Terutama dalam mencukupi kebutuhan pangan beras,” jelasnyaIa mengatakan, pada 2015 Kabu-paten Magelang mendapatkan penilaian terbaik kedua tingkat Jateng untuk kategori desa pelak-sana raskin terbaik. Dalam lomba tersebut diwakili oleh Desa Pe-ngarengan, Kaliangkrik.Kepala Sub Bulog Divre Kedu Imron Rosadi menyampaikan, hingga saat ini jatah raskin 2016 untuk 90.150 RTS tersebar di 367 desa dan lima kelurahan se-Kabu-paten Magelang. Alokasi raskin 2016 sama seperti tahun lalu se-besar 16.227.000 kg untuk satu tahun atau 1.352.250 kg per bulan. Setiap RTS berhak menerima 15 kg per bulan dengan harga tebus Rp 1.600/kg. (ady/laz/ong)