OKKY WIDIANTAMA
UNJUK KARYA: Pagelaran busana atau Fashion show bertajuk Hexominous yang diadakan oleh para mahasiswa di Auditorium UNY belum lama ini.

Hexominous, Pesona Warisan Budaya Indonesia

Mengangkat kain tradisional dalam sebuah karya busana menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa Pendidikan Teknik Busana (S1) dan Teknik Busana (D3) UNY angkatan 2013. Mereka harus menampilkan sebuah peragaan busana secara professional

OKKY WIDIANTAMA, Jogja

LENGGAK-LENGGOK peragawati ter-lihat anggun saat berada di catwalk dalam gelaran busana bertajuk Hexominous di Auditorium UNY pertengahan Januari ini. Hexominous yang merupakan singkatan dari Heritage Exotismic Luminous mempunyai makna Pesona Warisan Budaya Indonesia. Ketua Panitia Acara Marinda Yuni men-jelaskan, fashion show yang diusung kali mengangkat kain-kain tradisional Indonesia dalam karya busana pesta. Diharapkan fashion show ini dapat lebih mengenalkan kain-kain tradisional yang memiliki keindahan keberagaman khas Indonesia ke mahasiswa dan penonton yang melihat peragaan busana ini. “Fashion show diikuti oleh 114 maha-siswa dengan karya busana yang me-rupakan hasil dari mata kuliah Mana jemen Peragaan berkolaborasi dengan mata kuliah Adi busana,” ungkapnya. Dengan begitu, para mahasiswa dituntut untuk mampu menciptakan busana yang indah dan melatih kami untuk mampu merencakan sebuah pagelaran busana hingga pelaksanaannya.Dosen Pengampu Afif Ghurub Bestari mengatakan, para mahasiswa ini dituntut untuk tidak hanya sekadar belajar cara berjalan dan berpose di atas catwalk. Namun, mereka sekaligus bertindak sebagai event organizer dan koreografer dalam rangkaian peragaan busana ini.Peragaan busana ini menggunakan sistem kompetisi sehingga dapat me-motivasi mahasiswa dalam menciptakan busana dan memperagakannya. Pada akhirnya terpilih Dewinta Megarani sebagai juara favorit penonton, Me-linda Anindita sebagai Best Performance. Hasil penilaian dari tiga juri men asbihkan Selvana Heruka sebagai juara 3, Dwi Putri sebagai juara 2, dan Desak Made Yulia sebagai juara 1. (ila/ong)