GUNAWAN/RADAR JOGJA
MULAI BISA DICAIRKAN: Aktivitas BPR Agra Arthaka Mulya berjalan normal. Secara penuh pelayanan keuangan kini diambilalih oleh Tim Likuidasi.

GUNUNGKIDUL – Nasabah BPR Agra Arthaka Mulya akhirnya bisa bernafas lega. Simpanan di BPR tertua di Gunungkidul yang belum lama ini dinyatakan bangkrut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mulai melakukan pencairan tabungan.Ketua Tim Likuidasi BPR Agra Arthaka Mulya Bambang Krisnanto mengatakan, pengumuman pencairan tabungan dilakukan secara bertahap. Artinya, belum semua nasabah dapat mencairkan simpanan tabungan. “Ini baru tahap awal, selanjutnya akan disusul tahap-tahap lanjutan. Bagi yang belum tercantum dalam pengumuman ini, tidak perlu khawatir, karena nanti akan menyusul pengumunan baru dan memuat nasabah yang punya tabungan dan bisa dicairkan,” kata Bambang.Dia menjelaskan, meski dibekukan tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Tim likuidasi membackup penuh seluruh ke-giatan pelayanan bank. “Dengan demikian, nasabah tidak perlu panik,” ucapnya.Menurut dia, tabungan bisa dicairkan melalui BRI Unit Karangmojo. Nama yang sudah tercantum di papan pengumuman dapat melakukan konfirmasi dengan tim, kemudian akan diberikan dokumen untuk melakukan pencairan ke BRI yang kan-tornya berdekatan. Namun untuk pengumuman nasabah tahap kedua dan ketiga, diakui belum dapat dipastikan. Dia hanya menegaskan bahwa pengumuman akan dilakukan secepatnya. Setiap selesai verifikasi data, akan diumum-kan agar para nasabah segera dapat mem-proses pencairan. Meski kepastian pengu-muman belum ada, tidak akan terlalu lama. “Ada batasan waktu paling lambat 90 hari sejak dilakukan penutupan BPR Agra Artha-ka Mulya seluruh pencairan simpanan harus selesai. Untuk inilah kami harapkan setiap nasabah sering menengok pada papan pe-ngumuman di depan kantor Tim Likuidasi PT BPR Agra Arthaka Mulya,” terangnya.Sementara debitur yang akan melakukan pembayaran, juga tetap dilayani setiap hari kerja. Tim berharap debitur dapat segera menyelesaikan kewajiban pengem-balian uang pinjaman. Bahkan banyak bank yang kini melakukan komunikasi dengan tim untuk take over pinjaman. Debitur sebaiknya melakukan komuni-kasi dengan tim untuk penyelesaian pin-jaman. “Bagi yang tidak menyelesaikan kewajibannya, akan diserahkan kepada kepolisian atau kejaksaan,” tambahnya.Untuk mengingatkan, lembaga provit yang beroperasi sejak 1994 itu dinyatakan seba-gai bank tidak sehat dan harus ditutup. Bank yang berlokasi di Plumbungan, Gedangrejo, itu dicabut izin usahanya oleh OJK terhitung sejak Kamis, 14 Januari lalu. (gun/laz/ong)