AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
BERSINERGI: Kepala PT Jasa Raharja DIJ I Ketut Suardika, Kepala PT Jasa Raharja Jawa Tengah Triyugara, dan Kadiv BPJS Kesehatan Regional VI Jateng dr Maya Amiarny Rusady M.Kes usai sosialisasi surat edaran.

logo-jasa-raharja
JOGJA – PT Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan sepakat ber-sinergi. Sinergi antara PT Jasa Raharja DIJ dan PT Jasa Rahar-ja Jawa Tengah dengan BPJS Kesehatan Regional VI Jawa Tengah dan DIJ tersebut me-nindaklanjuti surat edaran ber-sama yang dikeluarkan PT Jasa Raharja pusat dan BPJS Kese-hatan pusat tentang petunjuk teknis pelayanan kepada ma-syarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan ang-kutan umum. Penandatanganan bersama petunjuk teknis ter sebut diadakan di Hotel Espact Jogja, Jumat (29/1).Kepala PT Jasa Raharja DIJ I Ketut Suardika mengatakan, kesepakatan bersama antara PT Jasa Raharja degan BPJS Ke-sehatan tersebut semakin me-mudahkan masyarakat yang menjadi korban kecelakaan untuk mendapatkan pelayanan asuransi kecelakaan. Sebab, kini ma-syarakat tidak perlu lagi bingung ke mana mencari biaya pe rawatan kecelakaan lalu lintas. “PT Jasa Raharja akan menjadi penjamin pertama bagi korban kecelakaan lalu lintas dan ang-kutan umum,” kata Suardika di sela-sela sosialisasi dan penan-datangaan petunjuk teknis.Karena itu, Suardika meminta masyarakat yang mengetahui adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas segera memberikan pertolongan kepada korban dengan membawa ke rumah sakit terdekat. Langkah berikutnya segera melapor ke kantor ke-polisian terdekat atau PT Jasa Raharja. “Petugas Jasa Raharja akan menerbitkan surat jaminan bahwa korban kecelakaan ditanggung oleh Jasa Raharja. Sehingga, korban tidak lagi khawatir menanggung biaya perawatan rumah sakit,” tambah Suardika.Hanya, biaya perawatan yang ditanggung Jasa Raharja ada batas maksimal. Untuk biaya pe rawatan korban kecelakaan lalu lintas, angkutan umum darat dan laut maksimal Rp 10 juta. Sedangkan biaya perawatan angkutan udara maksimal Rp 25 juta. Apabila biaya perawatan melebihi batas maksimal, maka sisanya akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Itu bila pasien terdaftar sebagai pemegang kartu BPJS. Apabila pasien belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, maka pemerintah daerah akan ikut menjamin melalui Program Jaminan Semesta (Jamkesos/Jamkesda). “Itu bila pasien dari keluarga tidak mampu. Prinsipnya, semua korban kecelakaan lalu lintas berhak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja,” papar Suardika. Kadiv BPJS Kesehatan Regional VI Jateng dr Maya Amiarny Rusady M.Kes mengatakan, kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan PT Jasa Raharja sebagai wujudkan keseriusan pemerintah dalam memberikan jaminan kesehatan kepada rakyat Indonesia. Ia ber-harap, kerja sama tersebut dapat membantu dan meringankan beban masyarakat. “Kerja sama antara BPJS Kese-hatan dengan PT Jasa Raharja akan dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia. Sebab, kerja sama ini langsung intruksi dari pusat,” kata Maya. (mar/laz/ong)