AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
TILANG: Polisi lalu lintas menindak pengemudi sepeda motor yang nekat melawan arus di Jalan Ring Road Selatan, beberapa waktu lalu

BANTUL – Upaya menyadarkan masyarakat selalu tertib berlalu lintas terus dilakukan Satlantas Polres Bantul. Selain sosialisasi, Polres Bantul melakukan pe-nindakan kepada pengemudi kendaraan bermotor yang dengan sengaja melanggar rambu lalu lintas. Salah satunya menindak penge-mudi sepeda motor yang nekat melawan arus. Penindakan ter-sebut agar pelaku tidak me-ngulangi perbuatan serupa. Sebab, tindakan melawan arus dapat membayakan diri sendiri dan orang lain atau pengguna jalan yang lain. “Tindakan melawan arus me-miliki banyak risiko seperti ke-celakaan. Sebab, pengemudi di jalur yang sudah benar akan kaget kemudian ngerem mendadak, sehingga memicu terjadinya kecelakaan,” kata Kasatlantas Polres Bantul AKP Supriyantoro kepada Radar Jogja kemarin.Supriyantoro menerangkan, perbuatan melawan arus me-langgar Pasal 287 ayat 1 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ. Bahwa, setiap orang yang mengemudikan kendaraan ber-motor di jalan raya melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas sebagaimana dimaksud dadlam pasal 106 ayat 4 huruf a atau marka jalan sebagaimana dimaksud dengan pasal 106 ayat 4 dengan hurub b dipidana dengan pidana kurungan atau denda/tilang. “Jadi, pelaku pelanggar me-lawan arus dapat dikenakan sanksi denda maksimal Rp 500 ribu atau hukuman kurungan badan paling lama dua bulan,” terang Supriyantoro.Oleh klarena itu, ia meminta kepada semua pengemudi ken-daraan bermotor agar selalu mematuhi dan mentaati rambu lalu lintas. Tanpa adanya kesa-daran dari masyarakat, mustahil program pemerintah yang ingin mengurangi korban jiwa karena kecelakaan akan terwujud. “Kecelakaan lalu lintas ter-jadi karena pengendara tidak tertib, pengemudi nekat melang-gar rambu lalu lintas seperti melawan arus,” ingat Supri-yantoro. (mar/laz/ong)