DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
ADU CEPAT: Para atlet yang dipersiapkan untuk ajang PON 2016 sedang melakukan tes fisik di Lapangan Kompleks UNY kemarin (31/1).
JOGJA-Kurang dari sembilan bu-lan menuju Pekan Olahraga Natio-nal (PON) XIX-2016, KONI DIJ meng op timalkan waktu yang ada untuk mempersiapkan atlet-atletnya. KONI DIJ juga ingin memastikan para atletnya berada di kondisi ter-baik dan prima saat akan menja-lani program pemusatan latihan da e rah (Puslatda). “Kami ingin mengetahui sejauh ma na kesiapan fisik semua atlet se-belum Puslatda. Dengan adanya data hasil tes fisik, kami bisa PONpetakan atlet mana yang perlu ditingkatkan,” ujar Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabu kusumo di sela-sela tes fisik atlet Puslatda DIJ, Sabtu (30/1).Selama dua hari, Sabtu (30/1) dan Ming gu (31/1), sebanyak 282 atlet Puslatda, baik unggulan, regular dan mandiri mengikuti tes fisik yang ber-lang sung di kompleks FIK UNY. Se-mua atlet dari cabang olahraga (cab-or) yang akan tampil berlaga di PON 2016 mengikuti serangkaian tes. Tes yang dilakukan me li pu ti pe ngu kur-an tinggi badan, berat ba dan,tes daya tahan, fleksibiltas, ver tical jump, agility, kecepatan, VO2 Max, dan dilanjutkan dengan tes kesehatan. Meskipun terdapat banyak tes yang di si ap kan, tes-tes tersebut tidak se-lu ruh nya dilakukan semua atlet ka re na bergantung pada cabor masing-masing atlet.Nah, berpegang pada data tes fisik ini, pelatih bersama bidang pem-bi na an dan prestasi (Binpres) KONI DIJ bisa melihat kualitas atlet se ca-ra individu. Atlet mana yang su dah baik, serta atlet mana saja yang ma-sih perlu ditingkatkan.Selain tes fisik, KONI DIJ juga me-nyi apkan program pembekalan men tal di Kopasus yang akan di i kut i at let Puslatda secara bergantian. Me nu rut nya mental bertanding pa-ra atlet juga perlu dimotivasi, agar ja ngan minder lebih dulu ketika me nge tahui lawannya adalah jua-ra national. “Atlet harus diberi kesa-daran, kalau juara national itu mengalahkan juara national sebe-lumnya, demikian seterusnya,” tegasnya. (dya/din/ong)