Grafis-teroris
JOGJA – Pemerintah Indonesia melalui Kepolisian dan TNI diminta untuk terus mewaspadai terhadap aksi terorisme. Terlebih setelah terjadi aksi teror di Sarinah Jalan M.H Thamrin, Jakarta beberapa waktu lalu. Bahkan, tidak menutup kemungkinan aksi teror terjadi di tempat lain.

Ketua Forum Komunikasi Penanggulangan Teroris (FKPT) DIJ Abdul Muhaimin menyebut jika DIJ menjadi daerah yang sangat dekat dengan aksi teror. Dia mengaku mendapat informasi jika di Jogjakarta sudah disiapkan lima orang “pengantin” yang diduga akan melakukan aksi teror. Pengantin adalah sebutan untuk calon pelaku bom bunuh diri di kalangan teroris.

Muhaimin yang juga ketua Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) ini mengaku mendapat informasi tersebut sejak lama. Namun, informasi ini harus diperdalam lagi oleh aparat keamanan. “Masih perlu pendalaman lagi. Tapi sudah ada informasi itu. Biasanya gini, diam saja di Jogja tapi le njedotke (meledakkan) di tempat lain,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (1/2).

Muhaimin mengatakan, masyarakat juga harus hati-hati dan selalu waspada. Sebab, para teroris ini tidak segan dalam menjalankan aksinya. Dia bahkan sudah masuk dalam daftar sasaran tembak para teroris ini. “Informasi itu sudah agak lama. Saya sendiri sudah jadi sasaran tembak,” ujar Pengasuh Ponpes Nurul Ummahat Kotagede ini.

Ditanyakan mengapa saat ini Jogjakarta mulai disasar oleh kelompok radikal? Dia menyebut karena saat ini Jogja menjadi perhatian tidak hanya nasional, tapi juga internasional. “Kenapa di Jogja, ya karena Jogja itu seksi. Jadi perhatian luas. Kemarin mereka mau beli tanah lima hektare di Jalan Sedayu, kita gagalkan. Sekarang tidak lagi sporadis, tapi berkelompok, membentuk komunitas-komunitas,” katanya.

Adanya ancaman dari para teroris maupun ormas yang berafiliasi dengan paham itu, menurutnya, harus menjadi perhatian penegak hukum. Sebab, para penegak hukum ini, menurutnya, tidak tegas saat menghadapi para kelompok yang mendukung aksi teror dan afiliasi ormas radikal ini.

“Saat pengajian ada yang bilang bunuh saja. Polisi tidak bertindak, harusnya ditangkap jangan dibiarkan saja. Polisi sudah punya datanya, kayak perusakan Lkis, polisi sudah dikasih tahu infonya siapa saja. Tapi tidak langsung ditangkap,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda DIJ Anny Pudjiastuti mengatakan, pihaknya selalu meningkatkan keamanan dan kewaspadaan. Seperti pengamanan di pusat keramaian, ruang publik, dan lainnya. “Selalu meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya. (riz/ila/ong)