DOK. SMADABA
TEROBOSAN: Wayang semalam suntuk digelar Smadaba untuk memperingati lustrum sekolah tersebut (30/1).

BIASANYA, pada umumnya, jika sekolah merayakan lustrum, maka digelar acara pentas seni yang kekinian. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi SMAN 2 Bantul.

Merayakan lustrum sekolah, pagelaran wayang kulit pun digelar (30/1). Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Bantul Riyantono, para orang tua murid, dan pelajar Smadaba (sebutan SMAN 2 Bantul).

Guru Smadaba menjadi koordinator di setiap seksi kepanitiaan. Mereka dibantu anggota OSIS sebagai anggotanya.

Ki Seno Nugroho didhapuk menjadi dalang. Dimulai sejak Sabtu malam pukul 21.00 hingga Minggu dini hari pukul 03.00. Acara ini tidak hanya mementaskan wayang. Sebelumnya telah dibuka dengan hiburan dari para siswa Smadaba seperti penampilan paduan suara Paragita, pementasan tari tradisional dan modern, serta penampilan panembrama yang dipentaskan guru dan karyawan SMAN 2 Bantul.

“Mungkin wayangan terkesan hiburan untuk orang tua, namun lewat sini kami mengerti bagaimana guru berusaha untuk menanamkan nilai kebudayaan di kalangan kami selaku anak muda,” ujar Andre Maulana, Ketua OSIS Smadaba.

Pagelaran ini dianggap batu loncatan meningkatkan pemahaman nilai budaya. Khususnya terhadap wayang.

“Sama seperti latar belakang sekolah yang berbasis budaya. Kami ingin agar nilai-nilai budaya tidak terlepas di kegiatan sekolah,” kata Jummarudin, Ketua Panitia Pagelaran Wayang Kulit Smadaba. (val/iwa/ong)