JOGJA – Jika tahun lalu siswa di SMP menghadapi Ujian Nasional (Unas) dengan Computer Based Test (CBT) hanya di tiga sekolah. Tidak demikian di tahun ini, sebab seluruh SMP akan menerapkan sistem ini.

Setidaknya 16 SMP negeri bakal menggunakan komputer untuk nilai penentuan masuk SMA tersebut. Dinas Bangunan, Gedung, dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Jogja telah menganggarkan perangkat untuk Unas itu. Nilainya pun tak tanggung-tanggung. Tiap komputer dipatok Rp 10 juta dengan jumlah 560 unit.

“Itu pagu anggarannya. Nanti masih melalui lelang,” ujar Kepala DBGAD Kota Jogja Hari Setyawacana, kemarin (1/2).

Hari menjelaskan, 560 unit personal computer (PC) untuk SMP tersebut dapat direalisasikan sebelum pelaksanaan ujian nasional. Proses untuk pengadaan dilakukan dengan sistem lelang karena jumlah komputer sangat banyak. “Dokumen lelang diharapkan sudah bisa masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) secepatnya,” katanya.

Menurut dia, Pemkot Jogja menganggarkan dana sekitar Rp 10 juta untuk pengadaan satu unit komputer. Harga tersebut adalah batas maksimal harga komputer yang akan dibeli. “Masih dimungkinkan ada perubahan harga menjadi lebih murah, asalkan spesifikasi komputer sama dengan spesifikasi yang kami minta,” katanya.

Hari memperkirakan, pengadaan ratusan unit komputer tersebut membutuhkan waktu lama. Karena barang dimungkinkan harus didatangkan dari luar negeri, seperti yang pernah dilakukan pemerintah saat pengadaan komputer beberapa tahun sebelumnya.

Diungkapkan, barang yang diminta cukup banyak. Jika dijumlah antara kebutuhan komputer untuk sekolah dan instansi lain di lingkungan pemerintah kota, maka jumlah komputer yang harus diadakan tahun ini mencapai sekitar 650 unit.

Namun demikian, dia tetap optimistis komputer untuk SMP tersebut bisa direalisasikan. Sebelum pelaksanaan unas. Nantinya, pembagian komputer untuk SMP diserahkan sepenuhnya ke Dinas Pendidikan selaku pihak yang mengetahui kebutuhan sekolah. “Dimungkinkan, jumlah komputer tiap sekolah berbeda,” katanya.

Selain pengadaan barang, DBGAD juga sudah memanggil seluruh kepala SMP negeri di Kota Jogja. Ini untuk mematangkan rencana pembangunan sarana pendukung sekolah yang sudah direncanakan sejak 2015.

“Apakah ada perubahan rencana atau tidak. Jika semua sudah jelas, maka akan segera dimasukkan ke lelang,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Edy Heri Suasana mengatakan, semua SMP mereka harapkan tahun ini telah CBT. Makanya, pengadaan harus selesai sebelum Unas SMP yang akan berlangsung pada Juni mendatang. (eri/ila/ong)