SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
TKP: Mesin cetak tiket madiri (CTM) di Stasiun Lempuyangan ditutupi kain hitam pascadibobol pencuri. Sebanyak 515 lembar tiket bernomor seri XHQ 1485 – XHQ 1999 raib.

grafis-pembobolan-tiket-KA
JOGJA – Sebanyak 515 kertas tiket kereta api di Stasiun Lempuyangan, Jogja hilang diambil pencuri. Ratu-san kertas tiket yang hilang dicuri itu diketahui bernomor seri XHQ 1485 – XHQ 1999. Pencurian kertas tiket kosong itu diduga bertujuan dijual kembali kepada masyarakat.Kapolsek Danurejan Kompol Sukar saat dikonfirmasi wartawan membe-narkan informasi tersebut.

Kejadian berlangsung pada Minggu (31/1) dini hari lalu. Namun, dia enggan mem-berikan keterangan lebih lanjut perihal kasus tersebut. Mengingat kepolisian masih menelusuri pelakunya. “Iya benar ada pencurian itu. Tidak ada kerusakan, tapi memang ada tiket yang hilang,” katanya saat ditemui wartawan di Polsek Danu-rejan, Selasa (2/2).Dari informasi yang dihimpun Radar Jogja diketahui box tiket yang dibobol merupakan mesin cetak tiket mandiri (CTM), di mana tiket yang tersedia untuk di-print sen-diri oleh penumpang
Box tersebut memang biasa diletakkan di bagian luar.Kanit Reskrim Polsek Danu-rejan Iptu Suwanto menamba-hkan, usai kejadian tersebut pihak PT KAI langsung melapor ke Polsek Danurejan. Pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melihat CCTV yang menunjukkan aksi sang pelaku. “Pelaku tersebut yang saat ini masih dalam pengejaran petu-gas,” ungkapnya.Dijelaskan, kejadiannya seki-tar pukul 00.30 WIB, namun baru dilaporkan keesokan paginya. Dari kamera CCTV, pelakunya memakai celana pendek dan berbadan besar. “Sepertinya bukan orang dalam.

Tidak ada kerusakan, kemungkinan mesin itu terkunci, tapi tidak benar. Ada kemungkinan juga mesin lupa dikunci,” terangnya.Karena tiket yang hilang meru-pakan tiket kosong, dikhawatirkan akan disalahgunakan oleh pelaku. Polisi mengimbau agar calon pe-numpang untuk tidak membeli tiket dengan nomor seri yang hilang tersebut. “Itu takutnya disalah-gunakan, karena bisa di-print sendiri oleh pelaku, lalu dijual, ini yang kita antisipasi,” terangnya.

Menanggapi hilangnya tiket yang diletakkan di dalam mesin CTM, Manajer Humas PT KAI Daop VI Jogjakarta Eko Budi-yanto menyayangkan aksi pen-curian itu. Dia menduga pelaku pencurian kertas tiket kosong itu bertujuan dijual kembali kepada masyarakat. “Tiket tersebut sudah tidak bisa digunakan, karena satu kursi tidak mungkin diguna-kan double,” ujarnya, kemarin.Eko mengimbau kepada ma-syarakat agar membeli tiket pada agen resmi seperti stasiun, Kantor Pos, dan sejumlah toko berjeja-ringan yang resmi menjual tiket kereta api. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak membeli tiket di perorangan. Karena tidak jelas dan diragukan keasliannya,” jelasnya. (riz/ila/ong)