SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
RAMAH LINGKUNGAN: Seorang petugas memperlihatkan sampel bio solar 20 persen (B20) yang mengandung minyak nabati untuk kendaraan dan mesin diesel.
SLEMAN – Ketersediaan bahan bakar ramah ling-kungan telah menjadi suatu kebutuhan di berbagai daerah, termasuk DIJ. Karena itu, pemerintah pu-sat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewajibkan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjual bio solar 20 persen (B20). Bahan bakar kendaraan bermesin diesel tersebut diklaim ramah lingkungan karena memiliki angka seana lebih tinggi dibanding minyak solar murni
B20 yang mengandung minyak nabati 20 persen menggantikan produk sejenis berlabel B10 yang lebih dulu beredar di pasaran.Engineers Fuel and Gas Research Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Nanang Hermawan mengklaim, B20 lebih menguntungkan bagi pemilik kendaraan karena mesin menjadi lebih berih.Selain itu, dalam skala besar pemanfaatan minyak nabati sebagai campuran solar memung-kinkan Indonesia menjadi ne-gara pengekspor bahan bakar. Bahan utama B20 berasal dari keanekaragaman hayati yang cukup melimpah di negeri ini.

Sementara, produktivitas minyak bumi nasional berbahan energi fosil cenderung menurun. “Paling banyak berasal dari minyak jarak atau sawit,” ujar Nanang disela sosialisasi peng-gunaan B20 di SPBU Ambarke-tawang, Gamping, kemarin (2/2).Kebijakan pemanfaatan bio-diesel 20 persen tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2008 yang telah diu-bah dengan Peraturan ESDM Nomor 12 Tahun 2015.

Regu-lasi tersebut mewajibkan pe-makaian biodiesel bagi ken-daraan bermotor pada 2016. “Karena itu, mulai tahun ini setiap SPBU harus mengakomodasi pen-jualan B20. Tidak lagi (menjual) solar murni,” papar Nanang.Kepala Pertamina Wilayah DIJ Dodi Prasetyo menyatakan, B20 telah terdistribusi di seluruh SPBU se-Jogjakarta sejak Januari. Setiap hari, Pertamina menggelontor 500-800 kilo liter (KL). “Jenisnya berubah dari B10 menjadi B20 tapi harganya tetap Rp 5.650 per liter,” ucapnya. (bhn/yog/ila/ong)