KULONPROGO – Proyek jalan lingkar Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah, Kulonprogo perlu dipercepat. Alasannya sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Jalan lingkar sepanjang sekitar enam kilometer itu menghubungkan beberapa pedukuhan serta pusat aktivitas perekonomian masyarakat. Seperti pertanian, peternakan, pasar, dan sentra industrl kecil,” kata Anggota Komisi II DPRD Kulonprogo Priyo Santoso SH kemarin (2/2).

Priyo melanjutkan, dari enam kilometer jalan yang dibangun, baru terealisir sekitar dua kilometer. Itupun baru di wilayah Pedukuhan Carikan dan Bonosoro, yang berupa rabat beton. Kedua ruas jalan tersebut menghubungkan wilayah pedukuhan dengan lahan sawah sumber mata pencaharian warga.

Bumirejo merupakan salah satu desa dengan jumlah penduduk terbesar di Kulonprogo. Karenanya, infrastruktur jalan sangat dibutuhkan untuk aksesbilitas perekonomian.

“Pada kesempatan reses kemarin, beberapa warga menyampaikan pentingnya jalan lingkar tersebut sebagai salah satu pilar peningkatan perekonomian masyarakat. Saya berharap pemkab bisa membantu dengan dana APBD, agar jalan segera terselesai,” katanya.

Kades Bumirejo Edi Winarno SE berharap pemkab membantu pembangunan jalan lingkar dengan dana APBD. Karena, dana APBDes Bumirejo hanya cukup untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang kecil-kecil. Seperti corblok jalan lingkungan.

“Untuk menyelesaikan jalan lingkar itu, kami tetap butuh bantuan dari pemkab,” tegas Edi.

Menurut Edi, jalan lingkar tersebut bukan hanya sebagai sarana transportasi. Tetapi pendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan desa. Mengingat, sebagian besar profesi warga Bumirejo adalah bertani, beternak, dan usaha industri rumah tangga.

“Jalan lingkar diperlukan untuk mendukung aksesbilitas pemasaran,” katanya.(tom/hes/ong)