JOGJA – Proses pengisian jabatan Wakil Gubernur (Wagub) DIJ tinggal selangkah. Tak heran jika segala persiapan sudah dimulai, termasuk pengusulan ang-garan. Diharapkan akhir Februari atau paling lambat awal Maret 2016 semua tahapan sudah selesai.

Sekretaris DPRD DIJ sudah mengusulkan ang-garan untuk Pansus Penetapan hingga Rapat Paripurna Istimewa Penetapan yang diambilkan dari Dana Keistimewaan (Danais) ke Bappeda DIJ, kemarin (2/2). Dari informasi yang dihimpun, Sekwan mengi-rimkan dua usulan anggaran untuk perubahan Danais 2016 tersebut
Dua usulan tersebut untuk menga-komodasi kemungkinan pelanti-kan Wagub oleh Presiden RI di Jakarta atau Jogja. Yaitu sebesar sekitar Rp 400 juta jika dilantik di DIJ, dan sekitar Rp 700 juta jika dilantik di Jakarta. Untuk angga-ran pelantikan di Jakarta, mem-pertimbangkan biaya transpor-tasi dan akomodasi 55 anggota DPRD DIJ. Sedang untuk pelanti-kan sendiri menggunakan APBN.

Anggaran untuk Pansus hing-ga Rapur Istimewa Penetapan memang lebih besar dari ang-garan biasanya, meski waktu kerja pansus penetapan lebih pendek. Itu karena jumlah ang-gota pansus lebih banyak, mencapai setengah anggota DPRD DIJ. Disamping itu, un-tuk Rapur Istimewa Penetapan, jumlah tamu yang diundang lebih banyak.Ketua DPRD DIJ Yoeke Indra Agung Laksana ketika dikonfir-masi membenarkan hal itu. Mes-ki, dia menangkap kesan harapan dari anggota dewan supaya pe-lantikan bisa dilaksanakan di Jogja.

Dalam UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan pelantikan Gubernur dan Wagub dilakukan langsung oleh Presiden di Istana Negara. “Harapan kami bisa dilantik di DIJ, kan juga ada Istana Ne-gara di DIJ. Jadi tidak melanggar UU,” ujar Yoeke, kemarin (2/2).Politikus PDIP ini mengatakan, pertimbangan lain, terkait dengan pembiayaan yang lebih efisien jika diadakan di Jogja. Selain itu, untuk mendekatkan dengan warga, terlebih Kadipaten Pa-kualaman sebagai lembaga pe-lestari budaya sudah mendapat perhatian dari masyarakat. “Juga untuk meningkatkan mar-wah Jogja Istimewa,” tuturnya.

Meskipun begitu, usulan ter-sebut belum disampaikan se-cara resmi ke pemerintah pusat. Untuk urusan lokasi pelantikan, jelas Yoeke, merupakan ke-wenangan protokoler Kepresi-denan. Dalam rapat konsultasi Pimpinan dan Ketua Fraksi DPRD DIJ juga belum diungkapkan resmi. “Mungkin nanti dalam tahapan terkait pelantikan bisa dikomunikasikan,” terangnya.

Dijelaskan, tahapan pengisian wagub sesuai dengan UUK DIJ dimulai dengan pemberitahuan jumeneng oleh Kadipaten Pa-kualaman ke DPRD DIJ, yang ditindaklanjuti dengan pemben-tukan Pansus Penetapan. Sete-lah itu, Pansus akan berkirim surat ke Kadipaten, untuk mengi-rimkan calon.Proses pengisian jabatan Wa-gub DIJ sendiri sudah dimulai dengan rapat Badan Musyawa-rah (Bamus), untuk membuat tahapan Pansus Penetapan hingga Rapat Paripurna Isti-mewa Penetapan.

Hal itu juga untuk menyusun kebutuhan anggaran. “Diharapkan akhir Februari atau paling lambat awal Maret 2016 semua tahapan sudah selesai,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD DIJ Arif Budiono mengharapkan pelantikan Wa-gub nantinya bisa dilaksanakan di DIJ. Terlebih ada pertimbangan lain yaitu Gubernur dan Wagub DIJ tidak dipilih tapi ditetapkan, berbeda dengan daerah lain. “Itu juga nanti yang dimasukkan dalam daftar inventaris masalah (DIM) yang disampaikan Pansus ke Kemendagri,” tuturnya.

Politikus asal Gunungkidul tersebut juga mengusulkan su-paya nantinya lokasi pelantikan Gubernur dan wagub DIJ ter sebut juga dimasukan dalam Perdais Tata Cara Pengisian Gubernur dan Wagub DIJ. “Ada baiknya (lokasi pelantikan) dimasukkan juga dalam Perdais,” terangnya.Terpisah, Fraksi PAN DPRD DIJ kembali mengingatkan ke-wajiban Keraton Jogja dan Ka-dipaten Pakualaman untuk menyesuaikan dan mengumum-kan peraturan internal. Hal itu sesuai dengan pasal 43 UU Ke-istimewaan (UUK) DIJ. FPAN berharap sebelum penetapan Wagub, Kadipaten Pakualaman sudah mengumumkan paugeran. “Kami usul terkait dengan amanah dalam UUK pasal 43, tentang kewajiban Kasultanan dan Kadipaten menyesuaikan dan mengumumkan paugeran, bisa diumumkan sebelum pe-netapan,” terang Ketua FPAN DPRD DIJ Suharwanta.

Menurutnya, hal itu merupa-kan amanah UUK DIJ yang juga harus dilakukan. Diakui Har-wanta, sapaannya, penyesuaian dan pengumuman peraturan internal atau paugeran, tidak tercantum dalam prasyarat pengisian jabatan Wagub DIJ. “Tapi alangkah baiknya (diu-mumkan sebelum penetapan Wagub). Untuk menjamin ke-berlangsungan pemerintahan di DIJ,” ujarnya.

Terlebih, lanjut politikus dari dapil Bantul barat tersebut, Ka-dipaten Pakualaman, melalui Penghageng Pambudidaya KPH Kusumo Parastho menyatakan tidak ada masalah untuk men-gumumkan paugeran. Bahkan dulu sempat dijanjikan dilaku-kan sebelum Jumeneng Dalem 7 Januari 2016. Tapi rencana itu dibatalkan karena takut menim-bulkan persoalan. “Kalau timing-nya bukan saat jumeneng, kenapa tidak sekarang,” ujar Harwanta setengah bertanya.

Mangayubagyo lewat Pentas Seni

Terpisah, meski sudah sebulan bertakhta, namun euforia peno-batan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam (PA) X masih menggema. Tak he-ran, jika masyarakat seni budaya Jogjakarta berinisiatif mengadakan pentas seni untuk KGPAA PA X. Ketua Panitia Widihasto me-ngatakan, masyarakat berini-siatif menggelar pentas mang-ayubagya jumeneng dalem Paku Alam X. “Rencana digelar Sabtu (6/2) nanti di Alun-Alun Sewan-danan Pakualaman.

Melibatkan kelompok seni dari berbagai wilayah di Jogjakarta,” ungkap-nya, Selasa (2/2).Acara yang dimulai dari pukul 12.30 ini terbagi menjadi lima sesi. Sesi pertama menampilkan pertunjukan Sendratari Kolosal Reyog Wayang dari Karang Taruna Tunas Karang Kemuning Brosot, Galur, Kulonprogo. Kelompok sendratari ini meru-pakan penampil unggulan dalam Karnaval Kemerdekaan Kulon-progo tahun 2015 lalu.

Selanjutnya, menampilkan Reyog Prajuritan Tresno Budoyo dari Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul. Penampilan ini merupakan juara pertama Fes-tival Reyog Gunungkidul tahun 2015. Sesi ketiga menghadirkan Jathilan Putra-Putri Arum Sari. Kelompok seni ini berasal dari Pedes, Argomulyo Sedayu Ka-bupaten Bantul.

Arum Sari merupakan kelompok Jathilan yang pernah menjuarai Festival Jathilan tingkat propinsi DIJ ditahun 2011. “Semua grup penampil meru-pakan perwujudan kesenian Jog-jakarta. Representasi keistime-waan yang dimiliki oleh kesenian tradisi di Jogjakarta,” kata Koor-dinator Seni Kerakyatan RM Donny Surya Megananda.

Donny menambahkan, pada malam harinya tampil macapat dari Pawiyatan Macapat Sestra-mardawa Kadipaten Pakualaman. Dalam kesempatan ini pula akan tampil kelompok kesenian dari warga sekitar. (pra/dwi/ila/ong)