SLEMAN – Virus Zika saat ini menjadi sorotan masyarakat dunia. Namun Indonesia dinilai tidak ada riwayat yang signifikan mengenai virus ini. Karena itu pemerintah belum memberikan perha-tian khusus mengenai dugaan virus itu, meski di-sebut muncul di Provinsi Jambi. “Banyak penyakit menular yang jauh lebih berbahya. Mungkin Zika dianggap tidak berbahaya.

Bahkan tidak perlu dirawat di rumah sakit. Kalau perhatian pe-merintah kurang, ya masuk akal,” kata Kepala Depar-temen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UGM dr Tri Wibawa kepada wartawan, kemarin (2/2).

Dikatakan, jika di Brazil sampai muncul 4.000 kasus, yang perlu dikonfirmasi apakah betul ada kejadian kecacatan pada anak yang berhubungan dengan Zika. “Bahkan saat Centers for Disease Con-trol and Prevention (CDC) ditanya saja, jawabnya kita tidak ada info yang jelas,” ujarnya.

Hanya saja ia menyebutkan, umumnya pemerintah melalui dinas kesehatan akan melakukan pencegahan untuk menghindari misalnya ada potensi munculnya virus tersebut di Indonesia. “Imbauannya sama dengan DBD. Kalau nyamuk sulit dihilangkan sampai nol. Pengontrolan jumlahnya tidak banyak dan yang pen-ting tidak merugikan manusia,” katanya. (riz/laz/ong)