MUNGKID – Wakil Bupati Magelang M Zaenal Arifin memiliki pandangan yang sama dengan kalangan DPRD. Pandangan itu soal rencana lokasi pembangunan RSUD Kabupaten Magelang. Menurut Wabup, lokasi pembangunan RSUD di eks Pasar Hewan Mertoyudan tidak strategis.

“Di sana (eks Pasar hewan) kan sudah sangat crowded. Dan jika dari arah Jogja harus memutar lebih jauh,” kata Wabup kemarin.

Ia mengusulkan lokasi pembangunan lebih baik di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid. Jalan yang menuju ke kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang itu dinilai masih banyak tanah luas. Dengan lokasi yang berdekatan dengan kompleks Pemkab Magelang, maka bisa meningkatkan keramaian di pusat ibu kota kabupaten.

“Nantinya juga akan muncul simpul simpul ekonomi baru. Muncul warung dan semacamnya,” ujarnya.

Dia mengatakan pembangunan RSUD tipe B ini harus memikirkan jangka panjang. Sehingga, perlu dilakukan kajian yang matang. Nantinya akan banyak keuntungan yang diperoleh jika RSUD berdiri di atas tanah yang sangat luas. Di antaranya bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien.

Selain itu juga bisa dibangun sarana dan prasarana pendukung lain yang lebih memadai. Seperti ruang ramah anak dan ruang terbuka hijau. “Para penunggu pasien nantinya juga tidak harus semua masuk ke dalam. Tapi bisa menunggu di luar sambil menikmati pemandangan yang menarik,” jelasnya.

Wabup berharap rencana pembangunan RSUD ini dikaji dengan matang. Baik oleh eksekutif maupun legislatif. Kedua belah pihak harus duduk bersama. “Harus mencari solusi yang objektif,” pintanya.

Pemkab Magelang menginginkan pembangunan RSUD dilangsungkan di lahan eks Pasar Hewan, Danurejo, Mertoyudan. Usulan ini disambut positif oleh elemen masyarakat Desa Danurejo. Pemdes Wanurejo lalu menggelar audiensi bersama Bupati Magelang di Rumah Dinas Bupati, Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid beberapa waktu lalu untuk mendukung pembangunan.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Magelang Achmad Sarwo Edi mengatakan, aspirasi masyarakat Danurejo itu sebagai masukan yang wajar dan sah. Tetapi, kalangan DPRD memiliki kepentingan yang lebih luas untuk masyarakat Kabupaten Magelang secara menyeluruh.

“Bukan hanya kepentingan sesaat atau jangka pendek. Tetapi pemikiran jauh ke depan, untuk jangka waktu 10 tahun atau puluhan tahun mendatang,” kata Edi.

Pemkab menginginkan, pembangunan RSU tipe B di lahan eks Pasar Hewan, Danurejo, Mertoyudan. Namun dewan menginginkan dibangun di Jalan Soekarno-Hatta, sepanjang ruas jalan simpang tiga Blondo sampai kawasan Kota Mungkid. Lahan eks Pasar Hewan dinilai lebih cocok sebagai area UMKM Centre Kabupaten Magelang.

Pemkab Magelang merencanakan pembangunan RSU tipe B yang representatif dengan biaya sekitar Rp 200 miliar dan dianggarkan secara bertahap. Saat ini sudah tersedia anggaran Rp 15 miliar untuk pembebasan lahan serta Rp 60 miliar untuk pembangunan gedung. (ady/laz/ong)