SIAGA: Komandan Korem Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono menyiapkan pasukan dalam apel di Stadion Mandala Krida, kemarin (2/2).

JOGJA – Petugas keamanan, baik TNI dan Polri, harus be-kerja ekstra keras. Sebab, anca-man teror tidak hanya mengin-car masyarakat, namun sudah berani menyasar satuan keama-nan seperti yang terjadi di Jalan M.H Thamrin, Jakarta beberapa waktu lalu.Komandan Korem 072 Pamung-kas Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono mengatakan, di samping upaya teror tersebut, disinyalir ada upaya tanpa henti untuk memecah belah bangsa dengan menciptakan suasana yang tak nyaman. Oleh karena itu, dia meminta seluruh aparat baik TNI maupun Polri untuk lebih kompak. “Semua harus kompak bekerja-sama mengamankan wilayah. Ada upaya pecah belah, tapi kita tidak boleh lengah. Jangan sampai kecolongan,” tegas Dan-rem usai gelar pasukan penga-manan VVIP, Selasa (2/2) pagi.Danrem mengatakan, kekom-pakan juga harus ditunjukkan aparat keamanan dalam hal pengamanan tamu VVIP. Se-perti tamu yang datang Selasa kemarin adalah Perdana Men-teri Hungaria. Dengan posisinya yang setingkat presiden, dia meminta semua pihak mening-katkan kewaspadaan. “Rapatkan barisan, tugas yang kita hadapai bukan tugas ringan tetap tugas yang sangat kompleks dikaitkan dengan dinamika yang terjadi di wilayah,” kata Danrem.Demi menjamin keamanan itu, sebanyak 4.500 pasukan gabung-an diterjunkan. Seluruh personel bersenjata lengkap disiapkan menjadi pelapis bagi pengama-nan utama di ring satu. “Tidak semua personel berpakaian dinas militer, ada juga yang mengguna-kan PDH tapi kami siapkan se-muanya bersenjata lengkap,” sambungnya. (riz/ila/ong)