Tingkatkan Kualitas Transportasi Umum di Jogja

BERBICARA tentang alat tranportasi memang tak ada habisnya, terutama di kota kita yang istimewa, Jogjakarta. Kota yang memiliki banyak tujuan wisata ini, sangat ramai dikunjungi para wisatawan sehingga berpengaruh juga terhadap keberadaan alat transportasi.

Seiring dengan perkembangan zaman, alat transportasi juga selalu diperbaharui setiap waktu. Coba deh, flashback kali pertama waktu TransJogja mulai diresmikan pemerintah kota Jogja sekitar 2008, TransJogja sangat ramai dipadati penumpang, baik masyarakat umum maupun pelajar.

Namun saat ini, teman-teman pelajar lebih banyak memilih untuk antar jemput atau naik kendaraan pribadi. Seperti Zalfa Audina SMAN 1 Kasihan. Dia lebih pilih naik motornya karena bisa terhindar dari macet dan cepat sampai tujuan.

Masih dengan pilihan yang sama. Siswa SMAN 6 Jogja, Bita Saraswati lebih pilih naik motor, karena dirasa TransJogja sekarang dirasa kurang nyaman. “Dulu waktu TransJogja awal-awal beroperasi AC-nya kenceng, adem rasanya. Tapi sekarang ini beberapa AC di TransJogja sering mati dan justru bikin gerah,” ucap Bita.

Memang, kenyamanan dalam perjalanan menjadi prioritas penumpang. Di balik murahnya ongkos bus kota, beberapa siswa juga menemukan kebocoran atap bus. “Beberapa kali aku menaiki bus yang ternyata bocor. Padahal bus kan tempat neduh yang bisa sambil jalan,” cerita Andre Hanif dari SMAN 1 Bantul.

Walau saat ini transportasi umum sudah memiliki tingkat keamanan baik, kenyamanan adalah syarat utama. Anak muda masa kini addict terhadap handphone-nya. WiFi menjadi pencarian utama anak-anak yang gila akan sosmed. Coba kita bayangkan kalo di dalam TransJogja ada WiFinya!
“Pasti aku bakal betah di dalem bus. Walau macet dan panas, kalo koneksi udah kenceng langsung tancap gas!!” ceringis Annisa Alifiani dari SMAN 7 Jogja.

Annisa menambahkan, dia ingin melihat transportasi umum yang justru menyerap polusi udara. Jangan sampai TransJogja jadi kendaraan yang semakin memicu banyaknya polusi. Memang, kendaraan cinta lingkungan adalah yang paling dibutuhkan bumi di tengah permasalahan global warming saat ini.

Harapan juga muncul dari siswi SMAN 10 Jogja, Ais Shintia. Ia berharap agar transportasi umum diperpanjang jam operasionalnya menjadi 24 jam, sehingga perjalanan pulang tetap nyaman walau sudah larut malam.

Semoga harapan kita dibaca pihak yang bersangkutan ya. Kalau udah terkabul, Sahabat Ekspresi siap jadi pelanggan angkutan umum kan? (val/iwa/ong)