Adi daya Perdana/Radar Jogja

MUNGKID – Pemerintah mencatat jumlah peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS)-Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan 86,4 juta jiwa pada 2015. Sementara di tahun ini terdapat 1,7 juta jiwa yang tidak berhak mendapatkan bantuan iuran. Penurunan jumlah ini berdasarkan SK Menteri Sosial Nomor 170/HUK/2015.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Magelang Surmiyati mengatakan, menyikapi data terbaru itu pihaknya membuka posko pemantauan dan penanganan pengaduan distribusi KIS-PBI. Posko ini untuk memantau distribusi KIS-PBI yang sudah 100 persen diserahkan dari BPJS Kesehatan ke pihak ketiga, yakni PT Pos, JNE maupun mitra BPJS Kesehatan lainnya.

“Distribusi KIS-PBI yang berpotensi masalah, antara lain, peserta pindah domisili, peserta sudah meninggal dunia, dan peserta yang sudah tidak miskin lagi. Serta permasalahan distribusi lainya,” katanya kemarin.

Ia mengatakan, peserta yang berhak mendapat KIS-PBI tidak dipungut biaya terkait dengan retribusi. Apabila terdapat pungutan biaya agar dapat melaporkan ke Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi KIS-PBI di masing-masing wilayah kerja. BPJS Cabang Magelang sendiri membawahi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung.

Surmiyati juga menyampaikan bahwa di kantornya jumlah peserta KIS-PBI pada akhir 2015 terdapat 799.773 jiwa. Jumlah itu dengan rincian Kota Magelang 27.103 jiwa, Kabupaten Magelang 480.702, Temanggung 291.968 jiwa. Sementara data baru sesuai SK Mensos menjadi 854.708 jiwa. Jumlah itu terdapat di Kota Magelang 28.593, Kabupaten Magelang 513.993, dan Temanggung 312.122 jiwa.

“Bagi yang sudah memiliki kartu tanda kepesertaan KIS, agar dismpan karena dapat digunakan kembali setelah mendaftar sebagai peserta JKN-KIS non-PBI,” katanya. (ady/laz/ong)