Cetak Hole in One, Jadi Kado Ultah Terindah

Siapa yang tidak bahagia mendapat kado spesial di hari istimewa seperti ulang tahun. Apalagi kalau kado itu adalah hasil jerih payah dan prestasi sendiri. Dan bagi seorang pegolf, mencetak hole in one adalah sebuah kebanggaan.

Inilah prestasi sekaligus kado terindah Ryan Jovan Wijaya menjelang pertambahan usianya yang genap 11 tahun pada 23 Januari lalu.

Ya, bagi seorang pegolf, mencetak hole-in-one dalam sebuah kejuaraan masih menjadi hal yang langka. Tidak semua pegolf bisa mencetak hole inone dan juga tidak di semua turnamen golf, hole inone bisa tercipta.

Grafis-biodata-1

Akurasi dan fator keberuntungan, adalah kombinasi yang diakui Ryan, sedang menyelimuti dirinya saat itu. “Ya nggak nyangka juga. Karena hole-nya juga tidak kelihatan. Saya kira jatuh di samping hole. Karena bola sempat berputar, tapi ternyata nyemplung,”ujar Ryan.

Mengisahkan hal itu, ingatannya kembali ke momen hole in one yang dia cetak di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Golf Junior di Lapangan Golf Gading Raya Jakarta pada 19-21 Januari lalu.

Hole-in-one yang dicetaknya di hari kedua di hole 12 yang berjarak 93 meter mendongkrak perolehan skor Ryan saat itu. Sebab, selama dua hari, Ryan terus kejar-kejaran skor dengan pesaing terberatnya, Jordan, pegolf junior berusia 8 tahun asal Surabaya. Dengan raihan skor 75-76, Ryan akhirnya dinobatkan sebagai juara di kelompok usia 10 tahun (Kelompok D).

Persiapan mengikuti Kejurnas Golf Junior itu juga sangat sempit. Hanya berbekal latihan selama dua minggu, Ryan bersama sang kakak, Michael Jovan Wijaya yang bermain di kelompok usia 12 tahun pun berangkat. “Karena persiapan waktunya ngga banyak, ya disempet-sempetin lathan sehabis pulang sekolah,”ujarnya anak didik pelatih golf Listya Budi ini.

Golf sebenarnya bukan olahraga permaianan yang pertama kali digeluti Ryan. Sebelumnya, siswa kelas 5 SD Budya Wacana ini sempat menekuni bulutangkis. Hanya saja, Ryan merasakan terlalu berat. Di usia 6 tahun, akhirnya Ryan mulai diajak dan diperkenalkan pada stik dan lapangan golf. Akhirnya, Ryan pun kepincut.

Grafis-biodata-2

Anak bungsu pasangan Surya Wijaya dan Julie Christine ini pun tidak hanya menggeluti golf sebagai hobi, tapi mulai serius dengan konsisten berlatih. “Seminggu latihan tiga kali, latihannya sehabis pulang sekolah,”ujar pengagum pegolf terbaik dunia, Jordan Spieth ini.

Pemegang Rekor MURI sebagai Pegolf Termuda yang Mencetak Hole-in-One di usia 8 tahun 9 bulan ini kini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi kejuaraan golf internasional. Seleksinya akan berlangsung di Jakarta pada 11-12 Februari ini, sedangkan kejuaraannya akan digelar di Amerika Serikat. Menjadi pegolf profesional memang cita-citanya, itulah mengapa sejak saat ini dirinya mulai berburu skor di kejuaraan berskala internasional.

Apalagi, kedua orangtuanya mendukung seratus persen dan memberi kepercayaan penuh pada dirinya untuk menggeluti golf. “Sebisa mungkin Papa ikut mendampingi di setiap kejuaraan yang aku ikuti. Bikin tambah percaya diri juga. Karena kalau pas pukulan jelek, Papa pasti kasih semangat terus,”ujarnya.(dya/din/ong)