GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

SEMENTARA ITU, hujan yang turun terus menerus beberapa hari terakhir di Kota Jogja membuat sejumlah pohon tumbang. Salah satunya terjadi di halaman Pracimosono Kraton Jogja. Satu pohon Preh roboh sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (3/2) siang.

Pohon yang diperkirakan berusia ratusan tahun tersebut tumbang diduga karena kondisi akarnya yang telah lapuk. Beruntung, tidak ada korban jiwa saat kejadian tersebut. Hanya saja, tiga buah motor yang kebetulan berada di sekitar pohon rusak tertimpa pohon.

Salah satu saksi mata di sekitar lokasi kejadian, Eko Budi Supriyanto, 40, mengatakan, saat-saat robohnya pohon tersebut terjadi cukup pelan. Awalnya, pohon tersebut miring ke arah utara dan lama-kelamaan ambruk ke tanah.

“Waktu itu untungnya memang tidak langsung roboh ke arah utara. Kalau langsung ambruk mesti kena. Saya tadinya duduk di kursi bawah pohon itu, tapi kemudian saya pergi dan ternyata ambruk,” terang pria yang berprofesi sebagai tukang parkir itu.

Saat kejadian, tak ada angin kencang yang terjadi di kawasan tersebut. Warga sekitar juga menduga usia pohon yang sudah cukup tua dan akar yang tak lagi kuat menjadi penyebab robohnya pohon tersebut.

“Ambruknya juga tidak ke arah barat. Kalau ke barat ya warung makan dan orang-orangnya bisa tertimpa. Jatuhnya pelan seperti didorong ke utara,” terang Rubiyatun pemilik warung.

Tiga unit motor yang tengah diparkir di utara pohon sempat tertimpa dan mengalami rusak ringan. Setelah kejadian, beberapa relawan dan petugas segera memotong batang pohon dan segera membersihkannya.

Sebelumnya, Koordinator Operasional Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta Joko Budiono mengungkapkan, intensitas hujan dimulai dari Desember 2015 lalu. Sedangkan puncaknya pada Januari dan Februari ini.

Dijelaskan, awal musim hujan dibagi dalam tiga periode. Hujan turun di wilayah Sleman dan Kulonprogo bagian barat. Berikutnya Kabupaten Kulonprogo bagian selatan, Bantul, dan Gunungkidul bagian utara. Terakhir baru Gunungkidul bagian selatan. (riz/ila/ong)