Andhita Rizkya
MC dan Presenter Berita
 
PERNAH mengalami kejadian yang tidak mengenakkan dengan transportasi umum. Hali itu membuat aku sedikit parno untuk menjajal kembali bepergian dengan transportasi umum.

Makanya, aku lebih suka naik kendaraan pribadi. Walau jalanan di Jogjakarta semakin hari semakin padat saja.

Waktu itu aku naik transportasi umum bus karena kebetulan sedang tidak ada kendaraan di rumah. Iseng-iseng menjajal lagi naik transportasi umum yang udah lama enggak pernah aku lakukan.

Jarak yang aku tempuh pun cukup dekat namun kejadian tersebut membuat aku pikir dua kali untuk naik transportasi umum lagi. Sopirnya ugal-ugalan sampai mau kebanting, sampek anak kecil sebelahku muntah-muntah. Diperparah dengan asap transportasi umum tersebut yang sampai masuk dalam bus.

Kalau sedang jalan-jalan ke luar negeri, jadi punya impian transportasi umum yang mungkin bisa dipakai di Jogjakarta. Kendaraannya yang bagus, terawat, sopirnya mengikuti aturan tidak ugal-ugalan.

Jalur yang dilalui pun jalur-jalur yang strategis dan kedatangannya tepat waktu. Bisa juga di dalam bus ada fasilitas internet yang menjadikan betah di dalam tranportasi umum.

Semakin padatnya jalanan di Jogjakarta seharusnya transportasi umum menjadi solusi mengurai kemacetan tersebut. Untuk itu transportasi umum perlu meningkatkan kualitas supaya masyarakat mau dan senang menggunakan transportasi umum.

Sebab kalau masyarakat tidak nyaman menggunakan kendaraan umum, dan mudahnya pembelian kendaraan pribadi, maka akan semakin banyak kendaraan pribadi yang ada di jalanan, dan berakibat kemacetan di mana-mana. Solusi tebaik adalah memperbaiki sarana dan prasarana transportasi umum untuk mengurangi kemacetan. (rin/iwa/ong)