SLEMAN – Pemkab Sleman akhirnya mengambil langkah taktis dalam penanganan eks anggota Gafatar yang tak lagi memiliki aset karena ditinggal di Mempawah. Penjabat Bupati Gatot Saptadi berencana menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten di Kalimantan Barat itu untuk keperluan pengembalian aset. Itu sesuai dengan komitmen pemerintah pusat yang berjanji mengembalikan aset para pengungsi eks Gafatar.

“Itu memang permintaan warga (eks Gafatar). Kami siap membantu,” ujarnya kemarin (3/2).

Gatot mengatakan, sebelum melangkah lebih lanjut, pemkab perlu mendata jumlah warga eks Gafatar dan nilai aset yang ditinggalkan di Mempawah. Data harus resmi, disertai bukti dan detil akurasi nilai aset. Sebab, itu berkaitan dengan pendataan lapangan yang akan dilakukan Pemkab Mempawah.

“Jika memang ada aset berharga yang bisa dikembalikan tentu kami upayakan,” tegasnya.

Selain itu, Gatot membuka peluang transmigrasi bagi warga eks Gafatar yang belum memiliki rencana ke depan. Hanya, program tersebut merupakan opsi alternatif. Terlebih, transmigrasi mandiri. Sebab, transmigrasi regular tetap harus menunggu giliran, sesuai daftar tunggu. “Silahkan mendaftar. Ini berlaku bagi siapa saja, bukan hanay eks Gafatar,” kata pejabat pernah tinggal di Papua selama 11 tahun.

Saat ini, lanjut Gatot, pemkab fokus pendampingan dan pembinaan pengungsi. Agar mereka bisa berbaur dengan masyarakat, sekaligus menyesuaikan kondisi masyarakat setempat.

Sebaliknya, Gatot mewanti-wanti seluruh masyarakat Sleman agar menerima eks Gafatar dengan tangan terbuka. “Hindarkan stigmatisasi buruk pada mereka,” pintanya.(bhn/yog/ong)