Gunawan/Radar Jogja
MASIH AWAM: Sejumlah anak-anak dari keluarga eks anggota Gafatar beraktivitas, selama menjalani pembinaan di penampungan BLK Siraman Wonosari.

Hari Ini, Akan Dipulangkan ke Rumah Masing-masing

Selama di penampungan, eks anggota ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Gunungkidul dianggap sudah bisa diluruskan akidahnya. Mereka dianggap berbaur dengan masyarakat umum. Kenapa bisa begitu?

Gunawan, GUNUNGKIDUL

Hasil sementara dari pembinaan menunjukkan fakta, para eks anggota Gafatar hanya orang awam yang terjerumus. Penilaian itu muncul setelah dilakukan pendekatan dan pembinaan dengan memberikan siramah rohani oleh juru dakwah yang disiapkan Pemda Gunungkidul.

Setidaknya, ini diperkuat oleh pernyataan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Gunungkidul Tommy Harahap kemarin (4/2). Tommy menegaskan, sebelum memulangkan eks Gafatar hari ini (5/1) ke wilayah masing-masing, sejumlah persiapan juga dilakukan.

“Jadi, ingin kami sampaikan, selama dibina saya lihat mereka itu biasa saja. Kemungkinan hanya ikut-ikutan, karena dijanjikan bisa bertani di Kalimantan Barat,” ungkap Tommy.

Ditambahkan Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul ini, selama tiga hari di balai latihan kerja (BLK), semua mendapatkan pendampingan dari pemkab.

Pendampingan selain dari unsur rohaniawan, juga melibatkan pihak terkait. Seperti psikiater RSUD Wonosari, bagian kesejahteraan rakyat, dan badan pemberdayaan perempuan masyarakat dan keluarga berencana (BPMPKB).

Kemudian, pelaksanaan pembinaan tentang nasionalisme, wawasan kebangsaan dilaksanakan dari Kodim 0730 dan Polres Gunungkidul.

“Selama pembinaan di BLK, eks Gafatar menerima siraman rohani dan trauma healing,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah terkini eks Gafatar ada 21 orang. Sebanyak 15 orang akan diserahkan langsung dari pemkab ke kecamatan. Selanjutnya mereka dikembalikan ke desa. Sementara ada tambahan 6 orang dari youth center yang akan langsung dijemput pihak kecamatan.

“Pascapenyerahan, pemkab tetap melakukan monitor dan evaluasi (monev) selama dua minggu. Jika mereka masih melakukan tindakan mencurigakan, akan kembali dibina,” tegasnya.

Pjs Bupati Gunungkidul Budi Antono mengatakan, pemulangan eks Gafatar ke desa masing –masing secara simbolis dilepas dari BLK Siraman, Wonosari sekitar pukul 13.00. ia berharap, mereka kembali ke masyarakat dan memulai hidup baru.

“Dipulangkan setelah mendapatkan pembinaan di BLK selama tiga hari,” kata Budi Antono.

Soal program jatah hidup (jadup), hingga sekarang masih dikomunikasikan dengan Pemprov DIJ.(hes/ong)