KISARAN – Edison P Siagian (52), pria yang selama ini mengaku-ngaku sebagai perwira tinggi TNI AU berpangkat Marsekal Madya (Marsdya), telah dibekuk Tim Intel Kodim 0208/ASH dari sebuah rumah kontrakan di Dusun V, Desa Rahuning, Kecamatan Rahuning.

Edison Siagian pun lantas berbagi cerita. Awal mula dirinya nekat melakoni aksi konyol dengan mengaku sebagai seorang prajurit TNI berpangkat Marsekal berawal dari pertengkaran kecil dengan Jul, istrinya yang ke-11. Edison sendiri punya 12 istri.

“Kami pernah ribut, lae. Dia mengancam, mau bawa keluarganya yang tentara. Nggak mau kalah gertak, ya, kubilanglah, aku tentara, bahkan jenderal,” ujarnya, menjawab, di sela-sela pemeriksaan tim intel.

Dia mengaku, aksi konyolnya itu semata-mata hanya untuk menggertak Jul. Edison dengan tegas membantah bahwa tindakannya mengaku sebagai anggota TNI untuk untuk melakukan perbuatan pidana. Semisal melakukan pemerasan.

“Nggak ada menipu aku, lae! Paling kencang untuk ngelakkan razia polisi lah,” sebut ayah dari 11 orang anak, yang dalam kesehariannya sejatinya berstatus sebagai petani, dengan belasan hektare lahan sawit tersebar di beberapa kecamatan di Asahan ini.

Lalu darimana dapat seragam TNI? Ditanya demikian, Edison mengaku semua dia peroleh dari Agus, seorang kenalannya di Jakarta. “Ada kawan namanya Agus. Waktu itu, dia bilang, BIN lagi rekrut anggota. Aku bilanglah, biar aku diikutkan satu. Terus, kukasih uang tiga juta sama dia dapatlah semua peralatan ini,” imbuhnya.

Tapi, Edison mengaku tidak pernah mempergunakannya. “Paling, enam bulan belakangan ini ajanya, lae. Itu pun, karena ribut sama bini,” kata Edison, yang mengaku siap menjamin jika aksinya tidak pernah mencoreng nama baik TNI, dengan memanfaatkan status ‘jenderal’-nya.(ing/dro/sam/jpnn)