KULONPROGO – Dua warga Ogan Kamering Ulu Timur (OKU Timur) Sumatera Selatan ditangkap petugas buru sergap (Buser) Polres Kulonprogo, ketika hendak mengirimkan empat unit sepeda motor hasil curian. Selain menangkap pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti. Yakni, Honda Vario 125, CBR 150, dan Yamaha V-Ixion.

Dua bersaudara yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu adalah Ari Hartono,32, dan Aris Oktaf Pratama, 20. Keduanya dibekuk di Terminal bus Wates, saat hendak mengirimkan sepeda motor tujuan Jakarta di salah satu agen bus.

“Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan,” kata Kasat Reskrim Polres Kulonprogo AKP Anton kemarin (4/2).

Anton menjelaskan, pengungkapan kasus curanmor ini berawal dari informasi masyarakat yang curiga ada pengiriman sepeda motor yang diduga hasil curian. Petugas langsung melakukan penyelidikan. Saat hendak diamankan, satu pelaku tengah mengemudikan mobil Avanza yang di dalamnya berisi dua motor curian.

“Satu pelaku mengendarai motor curian. Satu motor lagi sudah di Terinal Bus Wates siap dikirim menggunakan bus,” jelasnya.

Selanjutnya, Polres Kulonprogo berkoordinasi dengan Polda DIJ. Akhirnya dipastikan barang bukti yang diamankan tersebut merupakan hasil kejahatan di wilayah Bantul, Kota Jogja, dan Sleman.

Sepeda motor Vario dicuri di Umbulharjo Selasa malam (2/2). Sedangkan Honda Vario dan Honda CBR dicuri dari wilayah Polsek Banguntapan (Bantul). Satu lagi Yamaha V-Ixion merupakan kasus curanmor di Depok Sleman.

“Mereka mengaku hanya diminta mengirimkan, bukan pelaku pencurian. Kendati begitu, mereka tetap terancam pasal 363 KUHP jo 55 KUHP tentang pencurian dan pasal 480 tentang penadah,” imbuhnya.

Para tersangka berikut barang bukti akan dikirim ke polsek yang menangani kasus ini. Dari pengakuan mereka, tidak ada kasus yang di Kulonprogo. Jika dalam pemeriksaan lebih lanjut ada TKP Kulonprogo, pasti dikembangkan. “Sebelumnya mereka pernah mengaku mengirikan sekali ke Jakarta,” jelasnya.

Di hadapan petugas, tersangka mengaku tidak tahu menahu akan barang tersebut. Ia datang ke Jogjakarta, Minggu (31/1). Oleh temannya berinisial Rn, disarankan menginap di salah satu hotel di Umbulharjo.

Rn ini yang menyuruh keduanya mengirim barang di Terminal bus Wates. Mereka juga diberikan uang Rp 1,5 juta. “Saya hanya disuruh Rn, katanya STNK juga ada,” kata tersangka Ari.(tom/hes/ong)