BANTUL – Kepedulian masyarakat terhadap organisasi sosial Palang Merah Indonesia (PMI) cukup tinggi. Setidaknya, rasa empati masyarakat tampak pada kegiatan program Bulan Dana PMI 2015. Tak kurang dari Rp 464 juta terkumpul dalam penggalangan dana sosial itu.

Kepala Markas PMI Cabang Bantul Mufti Kamal mengatakan, ada beragam kelas ekonomi dan elemn masyarakat yang menjadi sasaran program. Diantaranya, kepala keluarga (KK) sejahtera 1,2, dan 3 plus, pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Bantul, dan TNI/Polri. Iuran dari masyarakat digalang menggunakan kupon, sedangkan untuk kalangan PNS dan TNI/Polri secara otomatis dipotongkan dari gaji bulanan.

“Ada peningkatan dibanding penggalangan dana pada 2014. Besarnya Rp 442 juta,” ujar Mufti usai serah terima hasil Bulan Dana PMI di Gedung Induk Parasamya kemarin (5/2).

Menurut Mufti, kegiatan bulan dana penting bagi keberlangsungan PMI. Selain hibah dari pemerintah, donasi masyarakat menjadi salah satu sumber pendanaan PMI. “Biasanya, bulan dana PMI pada Juni hingga Agustus,” sambungnya.

Dana yang terkumpul digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan sosial PMI. Diantaranya, operasional pelayanan mobil ambulan dan sosialisasi kesehatan.

Hasil positif yang selalu diraih tiap tahun dalam bulan dana PMI tak membuat Mufti merasa puas. Ada satu misi yang ingin diwujudkannya. Mufti berharap, ke depan PMI bisa mandiri. Maksudnya, PMI bukan sekedar organisasi sosial yang mengandalkan sumber pendapatan dari penggalangan dana masyarakat dan suntikan pemerintah. Tapi memiliki unit usaha sendiri. Misalnya, klinik kesehatan. Jika hal itu terwujud, Mufti optimistis PMI Bantul tak perlu lagi menggalang dana sosial karena mampu membiayai operasional sendiri.

Penjabat Bupati Bantul Sigit Sapto Raharjo sangat apresiatif atas capaian dalam Bulan Dana PMI. “Ini kegiatan kemanusiaan. Siapa saja harus turut berperan pada program itu,” katanya. (zam/yog/ong)