Fokus Pembinaan Pemula, Asah Bakat dengan On dan Off Skate

Baru genap satu tahun pada 15 April mendatang. Perlahan tapi pasti, Nine Speed mulai menelurkan atlet-atlet muda yang berhasil mendulang prestasi pada sejumlah kejuraaan. Semangat pembibitan pesepatu roda pemula adalah spirit yang dibangun klub tersebut

DEWI SARMUDYAHSARI, Jogja

Mendung menggantung menyelimuti langit Jogjakarta. Diantar oleh orangtuanya masing-masing, satu persatu calon atlet dan atlet muda Nine Speed berdatangan ke tempat latihan. Mereka tidak mempedulikan cuaca mendung.

Meski tidak semuanya hadir, tapi setidaknya ada 20 anak lebih berlatih bersama, sore itu. Mereka sangat belia, bahkan ada yang masih usia empat tahun. Klub sepatu roda ini mengusung visi untuk mencetak dan mengembangkan atlet sepatu roda yang berprestasi tinggi, sportif dan professional.

“Kita memang fokus ke pembibitan pemula, banyak dari mereka yang dari nol belajar sepatu roda. Bahkan ada yang usianya masih empat tahun,” kata Ketua Umum Nine Speed, Edwin Ismedi Himna, disela-sela sesi latihan.

Melatih dari nol, menanamkan teknik dari belum bisa apa-apa dan setahap demi setahap meningkat. Hal ini diyakini dapat mengasah bakat anak tidak hanya menjadikan sepatu roda sebagai hobi, tapi juga akan menuai prestasi. Karenanya, klub yang kini memiliki sekitar 40 anggota tersebut, selain memiliki program latihan juga agenda kejuaraan yang akan diikuti pada Tahun 2016 ini.

Menurut Edwin yang juga pengurus daerah (Pengda) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) DIJ. minat anak-anak pada olahraga sepatu roda terus mengalami peningkatan. Ini terlihat dengan terus bertambahnya anggota. Hal ini yang harus diimbangi dengan penambahan pelatih.

“Kita telah tambah pelatih, yang awalnya dua, kemudian jadi tiga, sekarang malah ada empat. Karena kami ingin pelatihan intens, untuk sepuluh anak dilatih oleh satu pelatih,”
tuturnya
Pada 2016 ini, Nine Speed akan lebih memperbanyak intensitas beberapa programnya. Selain pelatihan teknik, klub sepatu roda ini juga akan mengadakan coaching clinic dengan mendatangkan pelatih dan atlet dari luar untuk sharing pengalaman. Termasuk melakukan pendekatan psikologi, membangun kebersamaan dan memperbanyak jadwal ikut kejuaraan.

“Kita akan lebih sering mengirim atlet untuk bertanding, meski tidak semuanya, namun ini cara kami untuk melatih kemampuan tanding dan mental mereka,” jelasnya.

Pelatih Kepala Nine Speed, Antonius Agung Wiryawan, pola latihan yang diterapkan dibagi menjadi tiga kelompok. Yakni basic, intermediate dan advance. Bakat dan kemampuan mereka tidak hanya diasah melalui latihan on skate, tapi juga off skate.

“Teknik itu penting dalam bersepatu roda, kita ajarkan lewat off skate bagaimana teknik dan gerakannya, setelah itu on skate. Saat on skate juga tidak langsung kita lepas dan si anak asal kencang saja, tapi kita damping terus agar penerapan tekniknya baik,” paparnya.

Selain Agung, terdapat nama pelatih lainnya seperti Yohannes Ardhito, Herlinuri Sasmita dan Andri Ramadhan. Mereka adalah mantan atlet nasional sepatu roda yang sangat disegani dengan segudang prestasi.

Salah satu atlet Nine Speed, Gabriel Tito Batistuta kini ikut memperkuat tim sepatu roda DIJ yang akan berlaga di PON 2016. Beberapa prestasi yang sudah ditorehkan atlet-atlet Nine Speed antara lain dua medali perak di kategori speed di Kejuaraan Balikpapan Coastal Line Marathon 2015. Kemudian tiga medali emas, empat medali perak dan empat medali perunggu pada kategori speed Kejuaraan Titiwangsa Malaysia Open 2015. Ditambah dua medali emas, dua medali perak dan tiga medali perunggu di Kejuaraan Solo Open II 2015.

“Tahun ini kita ada kejuaraan yang penting untuk diikuti yakni HB Cup, karena DIJ juga tuan rumah. Jadi kita persiapkan fisik dan mental anak-anak untuk ikut dan bisa tampil yang terbaik,” tandas Agung.(dem/ong)