JOGJA – Kerabat Keraton Jogja masih menjadi daya tarik bagi partai politik (parpol) dalam mengusung calon menghadapi Pilkada 2017. Jelang Pilkada Kota Jogja, DPC Partai Gerindra Kota Jogja mulai gerilya nama yang akan diusung. Salah satu nama yang dimunculkan adalah KPH Wironegoro.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Jogja Anton Prabu Semendawai mengatakan, usulan mengusung KPH Wironegoro berdasarkan sejumlah pertimbangan. Anton mengatakan, menantu Raja Keraton Jogja ini juga merupakan kader Partai Gerindra.

“KPH Wironegoro termasuk nama yang akan kami usung. Semoga beliau berkenan,” ungkap Anton ditemui di DPRD DIJ, kemarin (5/2).

Ia meneruskan, di internal partai sudah mulai menjajaki nama-nama yang akan diusung. Anggota Komisi C DPRD DIJ ini mengakui, Partai Gerindra harus berkoalisi dengan partai lain, agar bisa mengusung calon dalam Pilkada Kota Jogja. Batas minimal untuk mengusung calon adalah delapan kursi. Partai Gerindra hanya menempatkan lima wakilnya, sehingga masih membutuhkan tiga kursi untuk diajak koalisi.

“Kami belum memikirkan koalisi dengan partai mana. Sementara, kami perkuat basis internal dulu,” tegasnya.

Ketua DPD Partai Gerindra DIJ Brigjend TNI (Purn) Nuryanto mengatakan, tahapan Pilkada Kota Jogja masih lama. Namun tidak ada salahnya persiapan dilakukan sejak dini. Salah satunya memilah nama-nama. Termasuk KPH Wironegoro, yang saat ini menjabat Dewan Pertimbangan.

Pria yang akrab disama Romo Nur ini mengaku, ada beberapa nama yang masuk dalam radar Partai Gerindra agar bisa meramaikan bursa Pilkada Kota. Di antaranya Anton Prabu Semendawai, Haka Astana (mantan Kapolda DIJ), Sinarbiyat, dan lainnya.

“Tapi itu masih sebatas obrolan. Belum resmi, karena penjaringan calon belum dilakukan,” imbuhnya.(pra/hes/ong)