Dok. Telkom for Radar Jogja

MELEJIT: Direktur Enterprise Businees Service PT Telkom Muhammad Awaludin (kanan) dan Dirut BPD DIY Bambang Setiawan saat penandatanganan MoU, Kamis (4/2).

JOGJA – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mendukung dan memperkuat program digitalisasi BPD DIY untuk transformasi menuju bank modern. Dukungan diberikan melalui penyiapan infrastuktur Information and Communication Technology (ICT).

Kerja sama dua perusahaan tersebut ditandai penandatanganan nota kesepahaman implementasi Layanan Information and Communication Technology (ICT), Kamis (4/2). Harapannya, kegiatan operasional dan layanan nasabah bank milih pemda ini menjadi lebih efisien dan terdigitalisasi.

Direktur Enterprise Businees Service PT Telkom, Muhammad Awaludin mengatakan, kerja sama serupa bukan hanya dengan BPD DIY saja, melainkan dengan seluruh BPD se-Indonesia, serta bank-bank nasional.

PT Telkom memberikan layanan ICT. Ini meliputi pengembangan arsitektur sistem informasi, pengembangan contact center, mobile office, data, internet, WiFi ID, dan managed service. Selain itu, pengembangan digital financial services (Laku Pandai), data center, payment infrastructure, digital marketing and advertising solution, serta implementasi program aplikasi yang mendukung operasional BPD DIY secara transparan, akurat, dan efektif.

“Kami sebagai provider ICT Solution dalam mendukung pertumbuhan bisnis. Termasuk perbankan. Kami ingin mendorong pertumbuhan business value di dunia bisnis. Untuk perbankan, kerja sama semacam ini memudahkan perbankan mengembangkan fitur dan layanan yang makin efektif dan efisien, di luar core business mereka. Juga membuka peluang makin luas untuk mendapatkan business value lainnya,” katanya.

Lewat kerja sama tersebut para mitra bisnis juga bisa memanfaatkan data-data yang ada untuk berbagai kepentingan. Termasuk melakukan analisis mendalam mengenai nasabah. “Sumber revenue tidak melulu dari layanan dasar perbankan seperti tabungan dan kredit. Pendapatan perbankan terus bertumbuh dari layanan non-konvensional seperti itu,” lanjutnya.

Dirut Bank BPD DIY Bambang Setiawan mengatakan, seiring meningkatnya bisnis yang dilakukan, harus diimbangi teknologi yang lebih baik. Dalam waktu dekat, Bank BPD DIY masuk ke dalam kategori BUKU 2, sehingga layanan ICT harus ditingkatkan.

Sebelumnya, BPD DIY mengembangkan layanan digital dalam skala terbatas. Ini meliputi fasilitas layanan Sistem Pembayaran Akademik (SPA) untuk pembayaran biaya kuliah mahasisa di sejumlah kampus, UKM Center berbasis web untuk pelaku usaha kecil menengah. Ke depan, akan dikembangkan agen-agen branchless banking atau Laku Pandai.

“Modal inti kami sudah mencapai Rp 1,3 triliun. Jadi sudah masuk BUKU 2. Kami punya keyakinan, program transformasi BPD seperti visi pemerintah tak akan tercapai tanpa dukungan teknologi komunikasi,” katanya.(sce/met/hes/ong)