ilustrasi

Polres Sleman bergerak cepat dengan melakukan penindakan terhadap warung penjual miras oplosan yang menyebabkan tewasnya belasan orang di Jogjakarta. Petugas lalu melakukan penggrebekan di sebuah warung miras oplosan di wilayah Seyegan, Sleman. Di tempat itu polisi mengamankan MS, pemilik warung.

“Setelah kita lakukan penyelidikan dan datangi lokasi, kami berhasil menangkap MS dan suaminya ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Sleman AKBP Yulianto kepada wartawan kemarin (5/2).

Dalam pemeriksaan diketahui tersangka menjual miras jenis beningan. Saat petugas menggerebek rumahnya, polisi menyita 33 botol miras beningan yang belum sempat dijual. “Penjual dan pemilik masih kita periksa lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sipuh Siregar menambahkan, Polres Sleman juga mengamankan SK dan istrinya penjual miras oplosan di wilayah Depok yang didatangi korban dari wilayah Kota Jogja dan Bantul. “Penjual di Seyegan dan Depok sudah ditetapkan tersangka,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, miras oplosan yang dijual merupakan miras campuran ethanol dengan kadar 96 persen. “Mereka dijerat Pasal 204 KUHP, UU Pangan Nomor 18 Tahun 2013, dan UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009. Ancaman hukumannya maksimal penjara seumur hidup,” pungkasnya. (riz/laz/ong)