JOGJA-Kebutuhan dua pelatih dan enam atlet atletik untuk mengisi Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) 2016 akhirnya terpenuhi. Pada pekan lalu, kuota tersebut baru terisi separuhnya. Kini program yang digagas Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) berhasil terisi penuh setelah ada pertemuan antara pelatih dan pengurus dari Pengda PASI DIJ, ditambah pihak BPO sendiri.

“Hasil pertemuan antara pelatih, atlet dan pengurus PASI DIJ akhirnya sudah disepakati dan kita bisa memulai program,” kata Kepala BPO Dikpora DIJ, Eddy Wahyudi, kemarin.

Nama pelatih yang berhasil lolos adalah Sukri dari Sleman. Sedangkan untuk tiga atlet diisi oleh M Ikhsan asal Kulonprogo dengan spesialisasi lari sprint dan lompat jauh putra, Dimas Mugi (Sleman) spesialisasi nomor lempar lembing putra dan Maria Novelita (Bantul) memiliki spesialisasi nomor lari 200 m dan 400 m putri. Sebelumnya telah ada pelatih bernama Tupar dan tiga atlet, Roy Winata Yetmans, Dafa Alif Wardana dan Rika Ayu Wulandari, yang berhasil lolos seleksi program PPLP 2016. Persoalan internal antara pelatih, atlet dan pengurus PASI DIJ sempat membuat pengisia kuota tercecer
“Semua sudah kami bicarakan dan sudah tidak ada lagi perbedaan pendapat. Semua berkomitmen untuk bersama-sama meningkatkan prestasi atletik DIJ,” tuturnya.

Menurut Eddy, para atlet tersebut diproyeksikan dapat mendulang medali di Popnas dan Kejuaraan Nasional PPLP. Dua lomba tersebut merupakan target dari Program PPLP BPO Dikpora DIJ
“Dari hasil tes seleksi, atlet-atlet ini memiliki peluang, tinggal nanti para pelatih mengasah dan meningkatkan, sehingga hasilnya maksimal,”ujarnya.

Dalam PPLP 2016, merekrut 10 pelatih yakni dua pelatih panahan, dua pelatih voli pasir, dua pelatih atletik, satu pelatih balap sepeda, dua pelatih pencak silat dan satu pelatih fisik untuk semua cabang olah raga (cabor.) Para pelatih tersebut akan membina 33 atlet yang terdiri dari panahan 10 atlet, pencak silat (enam atlet), voli pasir (delapan atlet), atletik (enam atlet) dan balap sepeda (tiga atlet). Seluruh atlet dan pelatih akan tinggal di Asrama Atlet Sorowajan dan mulai menjalani program 1 Februari lalu.

“Khusus untuk atletik, tahun ini kami akan memberikan program tambahan yakni latihan bersama di UNY yang memiliki fasilitas lintasan berstandar nasional. Selain berlatih di Stadion Mandala Krida,” tandas Eddy.(dya/dem/ong))