MUNGKID – Realisasi proyek pembangunan Pasar Muntilan makin suram. Tak satupun penyedia barang/jasa memenuhi syarat tender yang diselenggarakan Unit Layanan Pengadaan (ULP). Belum ada kejelasan tindak lanjut mega proyek senilai Rp 95 miliar yang direncanakan sejak 2012 tersebut.

Sejauh ini, lelang untuk keperluan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) senilai Rp 700 juta saja belum kelar. Padahal, hasil analisis lingkungan akan berpengaruh terhadap rencana detail proyek bangunan fisik.

Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis mengetahui informasi lelang gagal dari berita acara hasil evaluasi administrasi dan teniks di ULP.

“Kami masih menunggu laporan resmi dari ULP mengenai hal ini,” katanya kemarin (5/2). Asfuri mengakui persoalan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan para pedagang. Karena itu, dia mengimbau para pedagang bersabar sejenak. Setidaknya sampai semua lelang proyek selesai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Sutarno mengatakan, sebelum melangkah lebih jauh pihaknya butuh melakukan beberapa persiapan. Diantaranya, menyusun master plan dan perencanaan fisik. Dokumen AMDAL menjadi salah satu syarat pelaksanaan pembangunan. “Kami menunggu semua lengkap dulu,” katanya.

Selama kelengkapan syarat dan dokumen belum sempurna, Sutarno tak bisa memulai proyek pembangunan. “Wewenang kami hanya melakukan proses pembangunan. Kalau syarat belum terpenuhi belum bisa dilakukan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Magelang merencanakan pembangunan Pasar Muntilan dengan dana cadangan yang bersumber dari APBD 2012 hingga 2016. Rinciannya, Rp 10 miliar dari APBD 2012, Rp 21 miliar APBD Perubahan 2013, dan Rp 16 miliar APBD Perubahan 2014. Juga Rp 16 miliar dari APBD 2015 dan Rp 16 miliar APBD 2016.

Jika dalam proses pembangunan masih ditemukan kekurangan anggaran akan dicukupi dengan APBD 2017.(ady/yog/ong).