GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
 
JOGJA – Perayaan Imlek di Kelenteng Fuk Ling Mau Gondomanan, Jogja dimanfaatkan sejumlah warga untuk mengharap angpao. Sejak pagi mereka telah menunggu di depan kelenteng. Bahkan, mereka siap berebut apabila ada yang selesai sembahyang dan memberikan sumbangan.

Mereka berasal dari beberapa daerah di DIJ. Salah satunya adalah Jum, 50. Perempuan sepuh itu mengaku telah berada di kelenteng di Jalan Brigjen Katamso itu sejak pukul 06.00. Dia dan beberapa warga lain berharap mendapat banyak uang dari warga yang selesai berdoa di kelenteng.

“Sudah dari pagi, sampai siang dapat Rp 26 ribu. Kalau semalam masih lebih banyak. Semalam dapat Rp 100 ribu, karena yang datang memang banyak,” katanya saat ditemui di depan kelenteng, Senin (8/2).

Beberapa pengunjung sempat membagikan angpao berupa uang pecahan Rp 2 ribu. Mereka yang membagikan uang langsung diserbu belasan orang yang telah menunggu di depan tangga masuk kelenteng.

Salah satu pengunjung kelenteng asal Medan, Yen Lisa, 21, mengatakan, dia datang ke kelenteng bersama dengan teman-temannya sesama mahasiswa Bugis di Jogja. “Kita tidak bisa pulang karena masih ada urusan di Jogja, jadi merayakan Imlek di sini dengan sesama perantau,” katanya.

Di tahun Monyet Api ini, dia berharap, mendapatkan rezeki lancar, kesehatan, dan didekatkan jodohnya serta mendapatkan keberuntungan yang lebih baik. Selain itu, juga berdoa agar keluarga di Medan diberi kesehatan dan keselamatan. “Di sini merayakan dengan teman-teman saja. Suasana Imlek di Jogja dan Medan berbeda. Kalau di Medan lebih ramai,” ungkapnya.

Ketua Pengurus Kelenteng Fuk Ling Miau Gondomanan Angling Wijaya, 68, mengatakan, pengunjung yang datang tidak hanya dari DIJ, tetapi juga dari kota-kota lain di luar Jogjakarta. Sebab, menurutnya, siapapun diperbolehkan datang ke kelenteng untuk sembahyang.

“Tadi malam banyak yang berdoa bersama, mengambil detik-detik tahun baru Imlek. Hari ini (kemarin) yang semalam belum datang, melanjutkan sembayang beribadah dan melakukan sujud di depan para dewa,” katanya kepada Radar Jogja.

Pria yang sudah empat tahun menjadi pengurus kelenteng ini mengatakan, tahun ber-shio Monyet Api diharapkan bangsa Indonesia terhindar dari bencana alam, kemiskinan, dan kesusahan. Tahun baru Imlek 2567, sesuai karakteristik Monyet Api, lanjutnya, harus lebih cerdik dan lincah seperti halnya monyet. “Juga harus mawas diri, banyak ibadah, dan jujur agar terhindar dari kesulitan,” ujarnya. (riz/ila/ong)

Harus Lebih Cerdik dan Lincah