DWI AGUS/Radar Jogja/Dokumentasi

JOGJA – SITI mungkin bisa dikategorikan sebagai pioneer film hitam putih di era modern. Hadir dengan warna yang sederhana, film ini justru sukses mencuri perhatian public internasional. Faktanya, mulai dari Asia hingga Eropa menyanjung film garapan Eddie Cahyono ini.

Eddie mengungkapkan pemilihan film hitam putih memiliki alasan yang kuat. Sosok Siti dalam film digambarkan memiliki kehidupan yang tidak berwarna. Tidak memiliki ragam pilihan dalam hidup. Bahkan nafsu untuk menjalani hidupnya.

“Merasa cocok bahwa film ini harus hadir dalam hitam putih. Mampu mewakili realita dalam kehidupan yang diperankan Sekar Sari. Ide awal pembuatan film ini juga berasal dari realita kehidupan. Sosok perempuan yang berjuang. Bukan hanya untuk hidupnya tapi juga keluarganya,” kata Eddie.

Eddie pun memiliki cerita unik selama penggarapan film ini. Ini terjadi ketika dia menemui sang produser Ifa Isfansyah. Usut punya usut ternyata Eddie tidak bercerita bahwa dia akan mengusung film konsep hitam putih.

Reaksi terkejut ditunjukkan oleh Ifa saat Eddie menunjukan cuplikan film. Bahkan Ifa sempat marah-marah. Namun Eddie berhasil meyakinan Ifa dengan konsep filmnya. Salah satunya adalah film ini tidak akan bisa bercerita jika hadir dalam warna. “Tapi untuk menceritakan kehidupan seperti ini cocoknya hitam putih. Akhirnya Ifa pun mempercayakan penggarapan film ini sepenuhnya,” kenang Eddie.

Ketertarikan Eddie pada film hitam putih ternyata sudah dari dulu. Bahkan Eddie kecil sangat gemar menonton film hitam putih. Salah satu film yang menjadi referensinya adalah Seven Samurai. Film tahun 1954 yang disutradarai oleh Akira Kurosawa.

Selain itu adapula film Nebraska karya Alexander Payne. Film ini terbilang baru karena diproduksi di tahun 2013. Pertemuan film hitam putih membuka matanya bahwa film bagus tak harus hitam putih. Bahkan untuk sekelas film Hollywood sekalipun.

Yang menjadi surprise baginya adalah saat berjumpa Alexander Payne di Telluride dalam ajang Film Festival Colorado. Selain bisa ngobrol, Alexander juga menyempatkan menonton SITI. “Your film is very wonderfull,” kata Eddie menirukan pujian Alexander. (dwi/din/ong)