JOGJA-Program tes fisik yang dilakukan KONI DIJ belum diikuti seluruh atlet peserta Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON 2016. Dari 366 atlet yang lolos, baru 282 atlet yang mengikuti tes fisik. Penyebabnya ada yang mengikuti pelatnas, ujian kenaikan tingkat, try out dan lainnya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI DIJ Agung Nugroho mengatakan, tes fisik dan psikologi merupakan prosedur standar yang dilakukan KONI DIJ. Guna mengetahui kondisi atlet sebelum menjalani puslatda secara intensif. Tapi faktanya, belum semua atlet ikut tes tersebut
“Diantaranya ada yang sedang mengikuti pelatnas. Sekitar 30 atlet sedang mengikuti seleksi atlet nasional untuk mengikuti ASEAN Games dan SEA Games,” katanya, kemarin.

Tes fisik dan psikologis atlet Puslatda PON DIJ dilakukan pada 30-31 Januari lalu. Agenda tes fisik ini sendiri tidak hanya akan dilakukan satu kali, namun akan berkelanjutan untuk memonitor perkembangan atlet, terutama dalam kesiapan fisik.

Terpisah, Anggota Binpres KONI DIJ Andi Hirawan menjelaskan, selain ada beberapa atlet yang sedang mengikuti seleksi ASEAN Games dan SEA Games. Ada beberapa atlet yang bersamaan waktunya sedang mengikuti turnamen luar negeri atas nama pengurus besar (PB) cabang olahraga (cabor).

“Ada yang di paletnas, tetap ada juga yang sedang mengikuti turnamen di luar negeri atas nama PB cabor,” tuturnya.

Dikatakan, dari sekitar 30 atlet yang belum menjalani tes fisik dan psikologi, berasal dari enam cabor. Diantaranya panahan, voli pasir dan balap sepeda. Tiga cabor ini masih menjadi andalan DIJ untuk mencapai prestasi di level nasional. Sehingga banyak atletnya yang dipercaya ikut pelatnas
“Atau membela Indonesia di turnamen-turnamen internasional,” ujarnya.

Menurut Andi, agenda tes fisik susulan akan dilakukan sebelum tanggal 20 Februari mendatang. Namun kepastian tanggalnya, belum ada keputusan. Rencananya, hasil tes fisik,akan menjadi rujukan penyusunan program latihan yang dirancang pelatih agar para atlet bisa mencapai peak performance saat PON berlangsung.

“Tes fisik yang kemarin dilakukan secara keseluruhan hasilnya sudah bagus, semuanya memenuhi angka minimum untuk kenutuhan seorang atlet,” tandas ujar Andi.(dya/dem)