KULONPROGO – Upaya pencarian korban laka laut di Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo akhirnya resmi dihentikan. Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, akhirnya tim SAR menarik diri dari lapangan.

“Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya pencarian dihentikan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kampus dan keluarga korban. Mereka menerima proses pencarian ini dihentikan,” kata Kasubsi Operasi Kantor SAR Jogjakarta Asbani, Minggu (7/2).

Asbani melanjutkan, upaya pencarian tim mengalami beberapa kendala. Kendala utama cuaca di mana gelombang yang tinggi dan arus deras mengarah ke timur dan hujan. Tim SAR dan relawan di lapangan berupaya memperluas jangkauan pencarian ke sisi Timur dan Barat.

“Korban belum juga berhasil ditemukan. Kami memprediksi, jika akhirnya terpinggirkan ombak, kemungkinan bisa sampai wilayah Sadeng atau Parangtritis. Sampai saat ini juga ada laporan temuan. Jadi masih tanda tanya,” ungkapnya.

Penghentian pencarian resmi ditetapkan Sabtu lalu (6/2). Setelah itu, tim tak lagi menurunkan personel.

“Kami sudah maksimal dan keluarga juga sudah menerima,” imbuhnya.

Anggota SAR RAPI Kulonprogo Rubiyanto menuturkan, kemungkinan korban terseret arus cukup jauh. Pihaknya juga sudah meluaskan radius pencarian hingga 12 kilometer ke arah Timur dan Barat. Anggota juga ditambah dari waktu ke waktu. Namun hasilnya nihil.

“Pencarian sampai muara Sungai Progo. Tapi tidak ketemu,” katanya.

Sebelumnya, korban laka laut bernama Anicetus Muda Kondo, 19, mahasiswa Stikes Wirahusada, Jogjakarta. Pemuda ini tercatat asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia dilaporkan hilang tenggelam di Pantai Glagah, beberapa waktu lalu (31/1).(tom/hes/ong)