Adi Daya Perdana/Radar Jogja
LONGSOR: Rumah bagian belakang milik Ny Samarudi, 60, di Dusun Sedayu, Belerejo, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, terkena longsoran tebing.

MUNGKID – Bencana tanah longsor menerjang kawasan lereng Gunung Sumbing. Tiga rumah menjadi sasaran amuk tanah longsor itu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.

Tanah longsor ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB bersamaan dengan turunnya hujan lebat kemarin (7/2). Longsor terjadi di dua lokasi, yaitu Dusun Sedayu dan Semawang di Desa Balerejo, Kecamatan Kaliangkrik.

Kejadian di Dusun Sedayu, tebing setinggi sembilan meter dan lebar enam meter longsor. Material tanah menimpa rumah bagian belakang atau dapur rumah Ny Samarudi, 60. Akibat kerusakan yang cukup parah ini, kerugian materiil sekitar Rp 10 juta.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Camat Kaliangkrik Anta Murpuji Antaka kemarin. Sedangkan peristiwa di Dusun Semawang, tanah longsor beserta rumpun bambu yang roboh menimpa atap rumah Ny Semi, 60, dan Abdul Azis, 50.

Kerusakan rumahnya tidak begitu parah. Hanya saja kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 5 juta. Tanah longsor di dusun ini juga tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya rumpun bambu yang roboh menutup akses jalan.

Setelah menerima laporan, petugas segera mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan data lapangan. Untuk tindak lanjut bencana ini telah dikoordinasikan dengan Muspika Kaliangkrik, tokoh masyarakat, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang.

Untuk menyingkirkan rumpun bambu yang menutup jalan dan longsoran tanah yang menghantam rumah warga, esok harinya dilakukan kerja bakti. Gotong royong yang dilakukan masyarakat dibantu aparat TNI dan Polri ini juga untuk memperbaiki atap rumah yang rusak. (ady/laz/ong)