GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

JOGJA – Patung Raja Keraton Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono IX akhirnya resmi dipindahkan ke Bangsal Kasatriyan Keraton Jogjakarta. Proses pemindahan dilakukan, Senin sore (8/2) di Jalan Batikan, Jogja. Dalam kesempatan ini Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mengkubumi memimpin langsung prosesi pemindahan.

Prosesi diawali dengan pembacaan doa oleh Abdi Dalem Punokawan Kaji. Selanjutnya, GKR Mangkubumi memercikkan gabah yang terlebih dahulu dimasukkan ke dalam baskom berisi air. Pemasangan patung sendiri bertepatan dengan weton Sri Sultan Hamangeku Bawono Ka 10, Selasa Wage.

GKR Mangkubumi mengatakan, hal ini sebagai wujud apresiasi atas hasil karya yang dibuat oleh seniman. “Mewakili keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas karya yang indah ini. Lalu mengapresiasi dengan memboyong patung ke dalam Keraton. Diberikan tempat yang lebih layak,” katanya.

Putri Mahkota Keraton Jogjakarta ini menjelaskan, kenapa lama sekali patung ini dibiarkan berada di pinggir jalan. Menurutnya, eyangnya, HB IX, tidak berkenan namanya diabadikan dalam nama jalan. Bahkan keberatan pula sosoknya dihadirkan dalam wujud patung atau yang memfokuskan pada sosok HB IX.

Namun, akhirnya atas pertimbangan yang matang HB Ka 10 memutuskan untuk memboyong patung HB IX. Patung torso atau setengah badan ini nantinya akan menempati halaman Bangsal Kasatriyan. Di tempat ini telah disiapkan pustek atau singgasana untuk patung.

“Pemilihan Bangsal Kasatriyan karena merupakan area wisatawan, kemudian bangsal ini juga tempatnya para kakung. Untuk apresiasi (dana) tidak begitu tahu, karena langsung dana pribadi Ngarso Ndalem,” jelasnya.

HB Ka 10 dipastikan akan meresmikan langsung patung ini, Selasa pagi (9/2). Ketika disinggung apakah turut mengundang putra-putra dan para rayi ndalem HB IX, GKR Mangkubumi lantas mengiyakan. “Semua putra-putra HB IX sudah kita undang untuk peresmian besok,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan DIJ Umar Priyono menilai, pemindahan patung ini sangat tepat. Sebab, sosok HB IX sendiri selain tokoh dan raja Jogjakarta juga seorang tokoh nasional. Perannya dalam memperjuangkan dan menjaga Kemerdekaan Republik Indonesia sangat besar.

Itulah mengapa dalam patung ini, HB IX digambarkan sebagai tentara dengan pangkat bintang dua. Dia berharap selain mendapatkan tempat yang layak juga menjadi wawasan bagi warga.

Sebelumnya, Patung HB IX ini berada di depan rumah di Jalan Batikan bernomor 666. Patung ini merupakan karya seniman patung Roestamadji yang tergabung dalam Sanggar Pelukis Rakyat. Keberadaan patung ini sendiri telah berada di Batikan sejak era 1950an.

Pemilik rumah Ant. Sutarno, 63, mengungkapkan, patung HB IX memang ditinggalkan. Terlebih kontrak rumah Sanggar Pelukis Rakyat tidak diperpanjang setelah tahun 1953. Selama ini pula keluarga Sutarno yang merawat patung hingga saat ini.

“Beberapa lembaga ingin mengangkat patung ini, tapi tidak diizinkan oleh bapak saya Soewardi. Beliau berpesan jika ingin diangkat izin terlebih dulu ke Keraton Jogjakarta,” kata pria yang juga menjabat sebagai Abdi Dalem Tepas Kawedanan Krida Mardawa, Widyowinoto. (dwi/ila/ong)