PEMBAKB Magelang melakukan inventarisasi terhadap jenis kesenian di wilayahnya. Berbagai macam jenis kelompok kesenian ini dipersiapkan untuk tampil di Candi Borobudur menyikapi pembentukan Badan Otoritas Borobudur.

Kepala Bidang Kesenian dan Nilai-nilai Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magelang Achmad Husein mengatakan, berdasarkan inventarisasi, kesenian di sekitar Candi Borobudur ada 64 jenis.

Dari 64 jenis kesenian itu, antara lain, terdapat jathilan, kubro siswo, rodat, prajuritan, pitutur, dayakan/topeng ireng, ketoprak dan lain-lainnya. “Iventarisasi ini kami lakukan secara terus menerus,” katanya kemarin.

Dari inventarisasi kesenian, nantinya akan dijadikan bahan dalam rapat bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambahan dan Boko. Ke depan kesenian apa saja yang akan disetujui untuk pementasan menyambut pengunjung di Candi Borobudur.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Edy Susanto menambahkan, pementasan besar dengan jumlah audiens besar bisa dilansungkan di Borobudur. Tapi untuk pementasan kecil bisa dilangsungkan pentas lokal di desa wisata.

Ia berharap tujuan akhir nantinya bisa menyejahterakan masyarakat sekitar Candi Borobudur. “Selain itu, meningkatkan kesejahteraan bagi pelaku pariwisata di Kabupaten Magelang,” katanya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo mewacanakan membentuk Badan Otoritas Borobudur untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Secara teknis keberadaan Badan Otoritas Borobudur masih digodok pemerintah pusat.

Edy mengatakan, terkait kebijakan pembentukan badan tersebut menjadi kewenangan bupati. Untuk itu, pihaknya melakukan hal-hal yang bersifat teknis.

“Sebagaimana pesan yang kami tangkap dari Pak Presiden, nantinya frekuensi pementasan pementasan ditambah. Untuk itu, kami melakukan inventarisasi jenis-jenis kesenian yang ada di sekitar Candi Borobudur,” jelasnya.

Terkait frekuensi pementasan kesenian, telah ada kesepemahaman dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Boko. Untuk itu, pihaknya akan mengajak para pelaku pariwisata di Kabupaten Magelang.

“Harapan kami nanti ada yang menjadi promotor pementasan musik, kesenian dan pementasan budaya,” tambah Edy. (ady/laz/ong)