MAGELANG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Magelang didatangi puluhan massa dari berbagai kalangan masyarakat dan LSM. Mereka mempertanyakan kelanjutan kasus hukum, terutama kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Rejowinangun. Massa datang ke kantor kejaksaan di Jalan Veteran dengan berjalan kaki dan membawa berbagai tulisan, sekitar pukul 10.00.

Di halaman gedung, mereka berorasi menyuarakan aspirasi dengan dikawal aparat Polres Magelang Kota dan disaksikan Kajari Magelang, M Fudhoil Yamin SH beserta para jaksa serta pegawai kejaksaan. Menurut Koordinator LSM Forbes, Bintoro Dwi Prasetyo, masyarakat ingin memiliki pejabat yang bermartabat. Salah satunya ditunjukkan dengan tidak mau mengemplang uang rakyat.

“Kami ingin pemimpin yang tidak mengemplang uang rakyat. Kami yakin pembangunan pasar itu terindikasi korupsi, karena terjadi jual beli aset pemerintah. Kalau terjadi pemindahan aset negara ke tangan pribadi, jelas itu pengkhianatan terhadap rakyat,” katanya, kemarin.

Orasi Bintoro dilanjutan oleh aktifis anti korupsi lain seperti Priyo Waspodo, Sentot dan lainnya. Menurut Priyo Waspodo, pihaknya meminta aparat negara untuk menindak tegas dan memproses kasus dugaan korupsi pembangunan pasar sesuai dengan laporan Kantor Pengelolaan Piutang dan Kekayaan Negara (KP2KN).

“Penanganan dugaan korupsi pembangunan Pasar Rejowinangun kok tidak ada kabar selanjutnya ya. Kami datang ke sini dengan damai dan ingin menanyakan proses kasus itu sampai di mana. Penegakan hukum itu seperti kereta api yang sudah ada rel dan tempat pemberhentiannya. Bukan seperti bus yang bisa berhenti kapan saja sesuka hati,” pintanya.

Priyo mengatakan, kedatangan mereka juga untuk memberi dukungan moral pada Kejari untuk mengusut tuntas kasus korupsi dan kasus lainnya. Penegakan hukum pada koruptor bukan retorika belaka, tapi harus benar-benar dijalankan.

“Kami melihat, penegakan hukum, terutama pada koruptor masih memprihatinkan. Maka, kami perlu terus mendorong Kajari untuk mengungkapnya. Akan kami kawal terus sampai akhir,” tegas pensiunan guru SMA itu.

Sementara itu, Fudhoil Yamin mengaku, merasa memiliki semangat tinggi dalam penegakan hukum ketika didatangi masyarakat ini. Ia pun menerima aspirasi massa yang sudah datang tiga kali ke kantornya ini.

“Kami sangat berterima kasih didukung dalam penegakan hukum ini. Tapi, untuk kasus korupsi ini, tolong beri kami kesempatan dan waktu untuk menyelesaikannya. Penegakan hukum masih dalam proses penyelidikan dan tidak bisa dibuka di sini. Tolong pahami prosesnya,” tandasnya. (cr1/yog/ong)