Gunawan/Radar Jogja
JEBOL: Warga Kerjan RT 04/RW01, Beji, Patuk bergotong royong menyingkirkan material longsoran, kemarin (11/2)

GUNUNGKIDUL – Hampir setiap hari Gunungkidul diguyur hujan deras. Warga yang tinggal di lereng bukit, diminta waspada. Karena menempati rumah dengan kondisi tanah labil rawan longsor. Peristiwa tanah ambrol di Kecamatan Patuk patut menjadi perhatian bersama.

Peristiwa tanah longsor menimpa rumah warga Kerjan RT 04/RW 01, Beji Heriwinarno, 43. Material longsoran mengakibatkan akses jalan antarpedukuhan sempat putus, kemarin (11/2).

Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun beteng pekarangan rumah permanen, ambrol dan sebagian tanahnya amblas menutup akses jalan penghubung Padukuhan Kerjan dengan Beji, keduanya di Kecamatan Patuk.

Bencana itu langsung mendapat perhatian cepat dari warga dan relawan tim reaksi cepat (TRC) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Mereka butuh 2 jam untuk membuat akses jalan kembali normal.

“Hujan mengguyur semalaman. Sejak Rabu siang (10/2), hujan tidak pernah henti. Ini menyebabkan beteng pekarangan rumah warga ambrol dan menutup akses jalan,” kata Pj Dukuh Kerjan, Desa Beji, Patuk Supadna.

Ia meneruskan, sebagian wilayahnya masuk kategori rawan longsor. Karena kondisi tanah labil. Selain itu banyak warga yang bermukim di lereng bukit, sehingga rawan bencana.

“Kami sudah minta pada mereka meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan,” pinta Supadna.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo mengaku, sudah mendatangi lokasi dan mengkondisikan petugas untuk melakukan penanganan pascabencana. Bantuan logistik bagi warga yang kerja bakti juga diberikan.

“Wilayah Kecamatan Patuk merupakan salah satu kecamatan yang selama ini dipetakan rawan bencana tanah longsor,” ungkap Budi Hardjo.

Ia menjelaskan, di wilayahnya potensi rawan longsor tersebar di 50 desa. Ini meliputi Kecamatan Purwosari, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, Ponjong, termasuk Kecamatan Patuk.

“Karena itu program desa tangguh bencana (destana) sangat penting. Dengan pembentukan destana, warga bisa lebih waspada dan mengetahui apa yang harus dilakukan,” katanya.(gun/hes/ong)