DOKUMENTASI – DWI AGUS/RADAR JOGJA
MUDAHKAN PROMOSI: SoundCloud menjadi jembatan bagi para musisi, baik yang baru memulai maupun profesional. Foto kanan, Ketua SoundCloud YK Bimo Muhammad Ramadhani.

Wadahi Pemula hingga yang Sudah Banjir Job

Sebagai salah satu platform music di dunia maya, SoundCloud ibarat senjata ampuh. Menjadi musisi terkenal bukan lagi impian. Mampu mempromosikan karya musik tanpa mengenal batas waktu dan wilayah. Bahkan, dapat membangun jaringan bermusik.

DWI AGUS, Jogja
SEMANGAT ini bisa ditemui dalam komunitas SoundCloudYK atau SoundCloud Yogyakarta. Sesuai namanya, komunitas ini merupa-kan wadah bagi para pengguna situs SoundCloud. Bukan hanya musisi, tapi juga pengguna awam yang ingin belajar memaksimalkan potensi situs ini. “SoundCloud merupakan jembatan bagi para musisi baik yang baru memulai atau profesional. Mempro-mosikan musik karya mereka dengan mengunggah ke situs ini. Bisa diterap-kan download gratis atau download berbayar, tergantung dari pemilik akun itu sendiri,” kata Ketua Sound-Cloud YK Bimo Muhammad Rama-dhani kemarin (12/2)
Bimo menjelaskan, SoundCloud sebenarnya tidak hanya mewadahi musisi. Semua hal yang ber-hubungan dengan audio dapat diunggah ke situs tersebut. Seperti puisi sastra hingga curahan hati seseorang. Namun di Indonesia sendiri, tren SoundCloud identik dengan musisi.SoundCloud sebagai jembatan para musisi diakuinya sangat memudahkan untuk promosi.

Selain mudah diakses, platform ini lebih ringan ketimbang platform musik sejenis. Di sisi lain pengguna dari situs ini juga lebih luas, bahkan musisi-musisi kenamaan juga intens meng-gunakan platform ini. “Fiturnya lebih mudah dari pada platform musik sejenis. Bahkan untuk rekaman bisa dilakukan langsung dengan handphone. Setelah selesai, langsung bisa di-upload atau transfer komputer untuk dirapikan baru di-upload,” kata gitaris That’s All, Folks! ini.Pengguna SoundCloud di Jogjakarta sendiri terus berkem-bang.

Selain mewadahi musisi solo, duo hingga format grup, SoundCloud YK juga terbuka bagi pengguna awam. Sehingga di komunitas ini dapat bertukar pikiran hingga kolaborasi antar-sesama musisi di dalamnya.Gerbang bisnis melalui Sound-Cloud pun semakin terbuka. Salah satunya tawaran job untuk manggung di berbagai daerah. Selain hadir dalam komunitas, SoundCloud YK pun terbuka dengan mengenalkan masing-masing anggotanya dalam setiap event musik. “Di Indonesia pun sudah banyak yang sudah pakai soundcloud dan banjir job. Lalu kita juga saling mengunjung antara komunitas SoundCloud di berbagai kota. Ini membangun jaringan bagi kita sebagai musisi atau personal musisi itu sendiri,” ungkap maha-siswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini.

Bimo menyarankan setiap musik atau audio yang diunggah menge-depankan kualitas. Pasalnya, kapasitas unggahan SoundCloud bukan berdasarkan ukuran file, namun durasi audio. Sehingga untuk audio dengan kualitas bagus atau di bawah standar akan diberlakukan sama. “Audio seadanya bermodalkan handphone memang bisa. Tapi semakin bagus kualitas audio tentu juga semakin bagus. Kalau kita biasanya menggunakan software Audio Interface. Jangan lupa kualitas dan materi dari lagu juga harus bagus,” terangnya.

Bicara tentang sejarah, komunitas ini berdiri pada Desember 2013. Berawal dari beberapa orang yang memiliki kegemaran sama akan platform SoundCloud. Hingga akhirnya didirikan sebagai komu-nitas untuk mewadahi para pecinta SoundCloud di Jogjakarta.SoundCloud YK juga menyu-sun beragam agenda seperti #SCYKmeetup dan #SCYKshow. #SCYKmeetup menjadi acara bulanan yang digelar sebulan sekali. Berisi diskusi mengenai segala hal berkaitan dengan musik. Setiap Meet Up, selain ada performer pilihan, ada juga sesi diskusi tentang audio. “Sedangkan #SCYKshow yang kini digelar dua bulan sekali adalah ajang penyaluran talent-talent SoundCloudYK agar semakin dike-nal khalayak,” ungkapnya. (laz/ong)