Gunawan/Radar Jogja
RATA TANAH: Petugas dari BPBD Gunungkidul di lokasi rumah roboh, akibat angin kencang di Padukuhan Tamansari RT 05/RW 05 Desa Watugajah, Gedangsari, kemarin (14/2)

GEDANGSARI – Selain rawan bencana tanah longsor, Gunungkidul juga rawan bencana angin kencang. Kemarin (14/2), rumah milik warga perbatasan dengan Klaten, rata dengan tanah. Karena tak kuat menahan tiupan angin.

Korban angin rebut adalah Sugiarto,60, warga Padukuhan Tamansari RT 05/RW 05 Desa Watugajah, Gedangsari. Korban terpaksa kehilangan tempat tinggal, dan harus mengungsi bersama enam anggota keluarganya.

Peristiwa ini berawal saat hujan datang. Sebenarnya tak terlalu deras. Secara mengejutkan, datang angin cukup kencang. Seisi rumah kabur menyelamatkan diri menjauh dari rumah. Begitu berada di luar, rumah langsung ambruk.

Saat kejadian, tak ada saksi mata selain korban. Ini terjadi karena letak rumah jauh dari tetangga, sehingga tetangga korban yang berjarak 100 meter baru mengetahui, setelah diberitahu musibah tersebut oleh korban.

Kepala Bagian Pemerintahan Desa Watugajah, Gedangsari Hartono mengaku, kondisi rumah hancur dan tidak ada yang bisa dimanfaatkan. Ia menduga, robohnya bangunan karena angin ribut dan lapuk.

“Tiangnya patah, semua usuk dan reng terbuat dari bambu, remuk karena memang sebagian sudah lapuk,” imbuh Hartono.

Akibat kejadian tersebut, untuk sementara korban mengungsi ke rumah Purwanto, anak pertama korban yang tinggal 200 meter dari TKP. Untuk jumlah kerugian sendiri, masih dalam perhitungan. Diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo mengaku, sudah melihat ke lokasi dan memberikan bantuan makan, alat dapur, pakaian, dan peralatan mandi pada korban.(gun/hes/ong)