Adi Daya Perdana/Radar Jogja
SERAP ASPIRASI: Bupati Magelang Zaenal Arifin dan jajarannya saat berdialog dengan warga di Masjid Nurul Huda, Dusun Gleyoran, Sambeng, Borobudur, kemarin (14/2).

MUNGKID – Aliran dana yang masuk ke Pemkab Magelang tahun ini cukup besar. Bupati Magelang Zaenal Arifin pun menghimbau masyarakat untuk ikut memantau serta melakukan perencanaan pemanfaatan secara matang. Pelaksanaan di lapangan juga harus hati-hati, sehingga di kemudian hari tidak timbul permasalahan hukum.

“Akan ada alokasi dana luar biasa yang masuk ke desa. Untuk itu kades agar memperhatikan aturan yamg ada dan semoga akan betul-betul memberikan manfaat,” kata Bupati Magelang Zaenal Arifin saat mengunjungi Masjid Nurul Huda, Dusun Gleyoran, Sambeng, Borobudur, kemarin (14/2).

Menurut bupati, tahun ini aliran dana yang masuk desa di Kabupaten Magelang relatif besar. Oleh karena itu yang perlu diperhatikan adalah perencanaan pembangunan tersebut. Selain juga manfaat pembangunan.

Pada kesempatan ini, bupati beserta jajarannya beramah tamah dengan jamaah masjid setempat. Pemerintah juga menyerahkan bingkisan untuk takmir, imam dan muadzin.

Sementara itu, Kasubag Pemerintahan Desa Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Magelang Khoirul Anwar menjelaskan, desa di Kabupaten Magelang tahun ini akan dikucuri dana Rp 226,98 miliar. Alokasi dana itu dari APBN.

“Jumlah itu dua kali lipat lebih besar dari gelontoran tahun lalu yang sebesar Rp 101,16 miliar,” katanya. Dia berharap, proses transfer dana dari pusat tidak lagi mengalami keterlambatan. Karena hal itu itu menjadi kendala dalam pelaksanaan di lapangan.

Rencana kegiatan yang disusun masyarakat, agak terganggu karena adanya kenaikan harga material bangunan. Khususnya bahan pasir. “Kenaikan harga bahan bangunan lebih mahal dari yang direncanakan. Meski ada kendala seperti itu, seluruh anggaran sudah dapat terserap 100 persen,” katanya. (ady/laz/ong)