Hadirkan Joko Pekik dan Kartika Affandi

Banyak cara seniman mengekspresikan bakatnya. Demikian pula puluhan seniman asal Kulonprogo dan Jogjakarta. Mengambil tema “Ngunduh Konco,” mereka melukis sambil berjoget. Seperti apa suasananya?

HENDRI UTOMO, Kulonprogo

PELATARAN Omah Serut di Jalan Wates KM 16, Sentolo, Kulonprogo menjadi saksi semangat dan talenta para perupa asal Kulonprogo dan Jogjakarta, kemarin (14/2). Event melukis sambil berjoget itu dilaksanakan di alam terbuka dan berhasil memantik makna melukis sebagai wahana tukar pengalaman antarseniman.

Menariknya, kegiatan itu juga melibatkan beberapa komunitas. Seperti Kelompok Oplosan berikut Performance Art Njondil Oplosan, Thorak Band, Wayang Beda Gaya, serta Club VW Jogjakarta. Aksi melukis pun jadi unik, karena dilakukan sambil berjoget bebas.

Begitu musik keras Thorak Band dilantunkan, para perupa langsung beraksi. Mereka terlarut dengan kuas dan kanvasnya, melukis sembari menggeliat dan berlenggak-lenggok laiknya penari.

Tidak hanya kanvas, para perupa juga menyasar VW Combi yang dipajang di tengah-tengah mereka sebagai objek berseni. Praktis, acara tersebut memiliki warna tersendiri. Khususnya bagi perupa yang biasa cenderung lebih lama menghabiskan waktu melukis di dalam ruangan atau studio masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, hadir Djoko Pekik, Kartika Affandi, dan Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo Untung Waluyo.

“Karya seni termasuk bahasa komunikasi yang seharusnya mudah dicerna publik,” ucap Djoko Pekik, di sela-sela kegiatan.

Koordinator Event Seni Rupa “Ngunduh Konco” Agung Menoreh menjelaskan, acara ini sengaja mengusung tema “Ngunduh Konco” dengan tujuan mendatangkan teman sesama perupa, agar bisa saling berbagi dalam hal seni melukis.

“Kami undang yang paling dekat teman-teman dari Jogja. Kelompok Oplosan dan juga Djoko Pekik serta Kartika Affandi juga ambil bagian dalam kegiatan ini dan menjadi pemicu semangat yang luar biasa,” papar Agung.

Agung menegaskan, aksi kali ini juga memberi semangat bagi perupa di Kulonprogo. Banyak perupa Kulonprogo yang hanya berkutat dalam studio masing-masing. Kini mereka berkesempatan berkumpul di outdoor untuk menuangkan ekspresinya bersama di satu tempat.

“Untuk menyemangati teman-teman Kulonprogo, kami boyong teman-teman dari Jogja dan sekitarnya,” tegas Perupa dari Komunitas Seni Rupa Serang Kulonprogo ini.

Menurutnya, para seniman diberi kebebasan menuangkan ide dan ekspresi diiringi tarian atau performance art Djondil Oplosan dan musik Thorak Band. Setiap perupa mampu menghasilkan karya yang bagus, sesuai ritme tarian dan musik yang mengiringi.

“Harapan kami, semua yang terlibat, khususnya perupa Kulonprogo semakin bersemangat. Sebentar lagi di Kulonprogo ada taman budaya. Semoga bisa ikut memanfaatkan dan lebih baik dalam berkarya,” katanya.(hes/ong)