Amin Surachmad/Radar Jogja

HARI PERS NASIONAL: Beberapa pengurus PWI DIJ melakukan ziarah dan tabur bunga di pusara Ki Hadjar Dewantara, di Taman Makam Wijaya Brata, Celeban, Jogja, Sabtu (13/2).

JOGJA – Tidak banyak yang mengetahui sejumlah pejuang pers ternyata dimakamkan di Taman Makam Wijaya Brata, Celeban, Jogja. Wijaya Brata merupakan kompleks makam milik keluarga besar Majelis Luhur Taman Siswa.

Di makam tersebut bersemayam jasad Menteri Pendidikan dan Pengajaran RI pertama Ki Hadjar Dewantara. Selain Bapak Pendidikan, Ki Hadjar juga dikenal sebagai tokoh yang banyak berjuang melalui tulisan saat menghadapi Belanda.

“Ki Hadjar dibuang ke berbagai tempat karena tulisan-tulisannya,” ungkap salah seorang pengurus Taman Siswa Tulik Sukardono di sela ziarah pengurus PWI DIJ dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-70 di Taman Makam Wijaya Brata, Sabtu (13/2).

Menurut Tulik, banyak pejuang pers yang dimakamkan di kompleks pemakaman yang dibangun sejak 1956 itu. Mereka seperti Ki Sutopo Wonobojo, Ki Mashuri Darmosugito, Ki Mangunsarkoro dan beberapa pejuang lainnya. Di nisan Ki Mashuri tertulis Perintis Kemerdekaan Indonesia dan Perintis Pers Indonesia. Di luar itu, juga ada makam Ki Samawi, pendiri koran tertua di Indonesia Harian Kedaulatan Rakyat.

“Mereka semua kebetulan juga aktif sebagai pengurus Taman Siswa,” terang Tulik sambil menunjukkan satu persatu lokasi makam para pejuang pers tersebut. Ikut hadir salah satu putra Ki Samawi, Gun Nugroho Samawi.

“Tugas pers daerah itu bagaimana bisa memajukan daerah. Di Jogja sekarang tumbuh dan berkembang banyak pers daerah,” ungkap Gun saat member sambutan. Ziarah diawali dengan upacara dengan pembina Ketua PWI DIJ Sihono Harto Taruno.

Dari Wijaya Brata, ziarah dilanjutkan ke makam Sonyaragi, Jalan Gondosuli, Jogja. Di lokasi ini pengurus PWI berziarah ke makam Mr Sumanang Surjowinoto. Dia adalah ketua PWI Pusat Pertama yang dideklarasikan di Gedong Sono Suko Surakarta pada 9 Februari 1946.

Kini momentum itu diperingati sebagai HPN. Setelah itu, ziarah dilanjutkan ke makam Wonohito yang bersama Ki Samawi mendirikan Kedaulatan Rakyat, makam Sumadi M. Wonohito (anak Wonohito) di Pringwulung, Depok, Sleman. Ziarah diakhiri ke makam Kusfandi, mantan Pemimpin Umum Harian Bernas di Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Sekretaris Panitia HPN ke-70 tingkat DIJ Agus Susanto mengatakan, ziarah merupakan bagian dari rangkaian acara HPN. Ada banyak acara diagendakan pengurus PWI DIJ. Di antaranya, dialog interaktif di RRI Jogja, refleksi pada 14 Maret mendatang dan Jalan Sehat pada 3 April 2016. (kus/laz/ong)