Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
JOGJA – Sekitar 150 penyandang disabilitas melakukan aksi simbolis berjalan dari Titik Nol Kilometer Kota Jogja menuju DPRD DIJ, kemarin (14/2) pagi. Hal itu dilakukan dalam rangka menuntut kepada pemerintah dan legislatif untuk pemenuhan hak implementasi undang-undang dan perda disabilitas.

Sekretaris Konsorsium Nasional untuk Hak Difabel (Konas Difabel) Nuning Suryatiningsih mengatakan, aksi ini juga sebagai bentuk menyuarakan kegelisahan terkait rencana revisi RUU Disabilitas.

“Ada beberapa pasal yang dinilai mengalami kemunduran. Seperti kewenangan untuk mengurusi disabilitas hanya kembali dibebankan kepada dinas sosial. Artinya yang lain tidak akan ikut bertanggung jawab,” kata Nuning kepada Radar Jogja di sela-sela aksi kemarin.

Selain itu, penghilangan komite disabilitas sebagai pengawas implementasi UU Disabilitas yang akan dihilangkan juga patut disesalkan. Sebab menjadi tidak ada kejelasan penerapan UU tersebut.

Dalam aksi ini, mereka juga masih merasakan kesulitan saat berjalan di trotoar Malioboro. Mereka berharap pemerintah segera mengimplementasikan Perda Disabilitas No 12 Tahun 2012. Setelah empat tahun berjalan, ia menilai perda tersebut belum benar-benar dijalankan.

“Kami ingin seperti masyarakat lainnya yang bisa menikmati Malioboro. Tapi jalan-jalannya masih banyak besi dan pedagang yang menghambat aksesibiltas warga difabel,” jelasnya. (riz/laz/ong)