MUNGKID – Petugas gabungan melakukan razia saat perayaan Hari Valentine kemarin (13/2) malam. Tempat yang disasar petugas dari TNI, Polri dan Satpol PP itu, di antaranya hotel, kos-kosan, panti pijat dan lokasi-lokasi yang diduga menjadi ajang prostitusi.

Terdapat lima Polsek yang mengadakan razia yakni Polsek Secang, Mertoyudan, Mungkid, Borobudur, dan Muntilan. Dalam razia itu didapati sejumlah pasangan tidak resmi, minuman keras dan lainnya. Razia digelar secara serentak.

Saat melakukan razia di kos-kosan dan kontrakan kawasan di Desa Ponalan, Muntilan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap penghuninya. Seperti memeriksa indentitas KTP, dan surat nikah kepada penghuni kos-kosan.

Di kawasan ini petugas berhasil menyisir 14 rumah kos dan mengamankan dua pasangan bukan suami istri yang hidup satu rumah alias kumpul kebo. Mereka adalah MY dan RM asal Wonosobo, serta DR dan FM asal Magelang. Selain itu diamankan pula lima kendaraan bermotor yang tidak didukung kelengkapan surat-surat.

“Sejak sepekan terakhir ini kegiatan operasi yustisi kami intensifkan lagi pascakejadian teror di Sarinah, Jakarta,” kata Kapolsek Muntilan AKP Eko Rubiyanto.

Sementara saat razia di kawasan Mendut, Mungkid, petugas juga menemukan pasangan tidak resmi di salah satu rumah makan yang sekaligus diduga menjadi tempat transaksi praktik prostitusi. Di rumah makan milik MK itu, di belakang rumah terdapat beberapa kamar diduga untuk praktik prostitusi.

Awalnya, petugas sempat dikelabuhi dengan bekas botol minuman yang dibuang. Ternyata setelah ditemukan berisi minuman keras jenis ciu. Kemudian petugas menyisir kamar-kamar paling belakang dan menemukan sepasang bukan suami istri.

Sementara itu, Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho mengatakan, operasi yang dilangsungkan menjelang perayaan malam Valentine Day itu bertujuan menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sasarannya di kos-kosan yang disinyalir untuk merayakan malam valentine itu. (ady/laz)